Mentan Pantau Penanaman Kedelai Serentak di 20 Provinsi via Telekonferensi

M Studio    •    Jumat, 06 Oct 2017 22:15 WIB
berita kementan
Mentan Pantau Penanaman Kedelai Serentak di 20 Provinsi via Telekonferensi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan telekonferensi untuk memantau kegiatan tanam kedelai serentak di 20 provinsi di Indonesia (Foto:Dok.Kementan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan telekonferensi untuk memantau kegiatan tanam kedelai serentak di 20 provinsi di Indonesia, Jumat 6 Oktober 2017.

Bupati dan Dinas Pertanian di Provinsi terkait melaporkan kegiatan tanam serempak didaerah masing-masing langsung kepada Menteri Pertanian melalui telekonferensi.

Telekonferensi dilakukan untuk menggemakan ke seluruh negeri bahwa Indonesia mampu dan sanggup memenuhi kebutuhan kedelai dari lahan sendiri. Selain itu, juga untuk menyongsong rencana swasembada kedelai sesuai amanat Nawa Cita Presiden Joko Widodo yang dituangkan dalam RPJMN 2015-2019.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menanyakan kesulitan yang dihadapi dalam upaya penanaman kedelai. “Ada kesulitan – kesulitan benih?” tanya Amran saat tersambung dengan Kalimantan Selatan.

"Alhamdulillah, benih sudah siap, pupuk siap siap, lahan sudah siap, alat mesin pertanian sudah siap, kelompok tani pendukung sudah siap, kemudian para mahasiswa, pemuda tani sudah siap untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengembangan kedelai di Provinsi Kalimantan Selatan,” jawab Dinas Pertanian Kalimantan Selatan.

Penanaman kedelai di Kalimantan Selatan difokuskan di Kabupaten Tanah Laut dan dihadiri Bupati Tanah Laut.

Selain Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyapa dan memberikan dukungan semangat kepada beberapa perwakilan dari sejumlah daerah, seperti Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Lampung, Bengkulu, serta Riau.

“Tolong libatkan pemuda agar mereka mau terjun di sektor pertanian,” kata Mentan. Ia berharap, pemuda selalu dilibatkan dalam kegiatan pertanian karena saat ini mulai kelihatan pemuda yang menunjukkan kiprahnya di dunia pertanian.

Dalam acara tersebut, Mentan juga berharap pemerintah daerah lebih proaktif dan mengambil peran lebih, dalam menggerakkan potensi yang dimiliki. Terutama dalam pengawalan dan pendampingan program kedelai.

Harga kedelai sudah dijamin pemerintah dengan memberlakukan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp8.500 per kg yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017. Hal ini dilakukan untuk menjamin kesejahteraan petani.

“Jadi tidak usah ragu, seperti halnya jagung. Harganya dijamin dari pemerintah” ujar Mentan.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada kedelai, yang direncanakan akan swasembada mulai tahun 2018, di antaranya:

1. Tahun 2017 melalui APBN-P melaksanakan Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai seluas 500 ribu hektare di 20 Provinsi Indonesia, serta memberikan bantuan subsidi benih kedelai seluas 300 ribu hektare.

2. Tahun 2018 direncanakan akan dialokasikan Program Pengembangan Kedelai seluas 1,5 juta hektare.

3. Dilakukan regulasi tataniaga, meliputi regulasi harga, kadar, dan pengendalian impor.

Sasaran produksi kedelai tahun 2018 ditetapkan sebesar 3 juta ton dengan prognosa kebutuhan kedelai sebesar 2,6 juta ton. Swasembada kedelai awalnya ditargetkan pada 2019, namun pemerintah berupaya keras agar swasembada bisa dimulai tahun depan.

Untuk merealisasikan itu semua, maka pemerintah meminta seluruh jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota memaksimalkan lahan PATB kedelai, lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani, dan lahan perkebunan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta lahan eks tambang untuk ditanami kedelai.

Selain itu, meminta untuk memastikan kesiapan benih kedelai dimasing-masing daerah, atau apabila ada daerah yang belum ada persediaan benih agar segera mengkomunikasikan dan bekerja sama dengan penyedia benih di provinsi lain.

Pengawalan dan pengamanan juga diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota mulai dari persiapan tanam sampai panen, dan memastikan terjadi peningkatan produktivitas dan produksi didaerah masing-masing.

Sinergisme provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pengawalan program swasembada kedelai juga diminta untuk dapat ditingkatkan, serta memastikan seluruh stakeholders dapat memaksimalkan peran masing-masing dalam mendorong peningkatan produksi dan pengamanan melalui pembelian hasil panen dalam negeridengan menggerakkan seluruh potensi yang ada.

“Kita memiliki cita-cita yang sama, hasrat yang sama, passion yang sama untuk melakukan swasembada kedelai secara berkelanjutan yang dimulai pada 2018. Bersiaplah kita semua untuk menjadi bagian dari sejarah dalam upaya mewujudkan swasembada kedelai tahun depan," kata Mentan.


(ROS)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA