Penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mundur dari Target

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 08 Feb 2018 14:23 WIB
kereta cepat
Penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mundur dari Target
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (Medcom/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: Proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung akan mundur dari target yang telah ditetapkan pemerontah karena lambatnya penyelesaiaan pengadaan lahan, soal pendanaan, dan perizinan. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, ditemui di Gedung Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

"Oh iya, kalau itu sudah hampir pasti. Mungkin akhir 2019 atau awal 2020 (proyek selesai). Tidak apa-apa yang penting jalan," ujar Luhut.

Meski pengerjaannya lamban, Luhut tidak mempermasalahkan, asalkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan, seperti pengerjaan light rapid transit (LRT). "Yang penting bagi kita seperti LRT kan. Jadi LRT itu kita tidak mau berhenti, jadi lebih bagus dari awal kita lihat dulu modelnya dengan bagus. Seperti LRT kan sekarang. Udah langkah tegap tidak ada masalah," jelas Luhut.

Ditempat terpisah, Komisaris Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Sahala Lumban Gaol mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang belum dijalankan, karena ada beberapa masalah yang harus diselesaikan. 

"Ini tolong dipahami soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nasional itu baru selesai April 2017, penetapan lokasi juga baru selesai Juli sampai Oktober 2018," terang Sahala.

Namun demikian, tanah kereta cepat yang sudah diselesaikan untuk dikerjakan mencapai 55 kilometer (km), dari total jarak sebanyak 142 km. "Tanahnya sudah kita serahkan 55 km kepada kontraktor. Seluas 33 km persiapan land clearing dan sisanya 22 km siap dibangun," sebut Sahala.



(SAW)