Platform Bersaing Hadirkan Inovasi

   •    Minggu, 07 Jan 2018 13:45 WIB
inovasi
Platform Bersaing Hadirkan Inovasi
Belanja Online. MI/ ARYA MANGGALA.

Jakarta: Perdagangan elektronik (e-commerce) di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia diprediksi akan terus menggeliat pada tahun ini.

Pergerakan dua raksasa e-commerce asal Tiongkok, Alibaba dan Tencent di kawasan ini menjadikan platform e-commerce punya modal yang cukup untuk menghadirkan inovasi ke masyarakat.

Inovasi dalam bentuk fitur, penawaran menarik, maupun proses pembayaran dalam platform e-commerce akan menjadi andalan dalam menangkap gairah generasi digital yang gandrung akan internet untuk melakukan segala sesuatu. Hal itu pun diakui oleh General Manager Fave Indonesia, Yew Wai Kong.

Menurutnya, dengan penetrasi internet melalui perangkat bergerak yang semakin meningkat ditambah belum signifikannya penetrasi kartu kredit di Indonesia, pola pembayaran akan menjadi krusial dengan hadirnya beragam dompet di digital (e-wallet) di sejumlah platform. Fave yang merupakan rebranding dari Groupon pun menyiapkan inovasi berupa Favepay.

"Tapi ini bukan seperti wallet. Ini merupakan solusi berupa potongan harga yang disubsidi oleh merchant yang ada. Potongan atau cashback tersebut hanya bisa digunakan di satu merchant saja, jadi tidak bisa digunakan untuk merchant yang lain, jadi bukan seperti wallet dan hanya bisa dengan kartu debit atau kredit saja," katanya saat berbincang dengan Media Indonesia, diberitakan MInggu, 7 Januari 2018.

Di sisi lain, masuknya investor besar ke platform e-commerce di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia juga menjamin adanya persaingan dari sisi penawaran kepada masyarakat. Misalnya saja dari sisi potongan harga, jadwal promo tanggal tertentu yang semakin banyak, dan promo jasa pengiriman.

Salah satu promo dari sisi jasa pengiriman dilakukan oleh Shopee, platform asal Singapura yang terkoneksi dengan Tencent itu, menawarkan gratis ongkos kirim barang yang dibeli. Dengan promo itu, sekitar 40 persen dari pendapatan kotor nilai penjualan (gross merchandise value/GMV) Shopee yang mencapai USD5 miliar berasal dari Indonesia.

"Melihat hasil tersebut, juga capaian di Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 yang mencatat kenaikan enam kali lipat dibanding 2016, Shopee masih akan terus ekspansi di pasar Indonesia. Seperti menampilkan sejumlah inovasi, memperbaiki tampilan muka, dan fokus di layanan customer to customer (C2C)," kata Chris Feng, CEO Shopee.


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA