Pertemuan IMF-WB Buka Peluang Bahas Isu Pembatasan CPO ke Uni Eropa

Desi Angriani    •    Senin, 12 Mar 2018 19:42 WIB
imf-world bank
Pertemuan IMF-WB Buka Peluang Bahas Isu Pembatasan CPO ke Uni Eropa
Kelapa Sawit (ANT/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Pembatasan impor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di kawasan Uni Eropa bisa menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Word Bank (WB) di Nusa Dua, Bali, pada Oktober 2018.

Chief of Organisational Transformation Officer Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Adi Budiarso mengatakan panitia IMF-WB dan pemerintah membuka peluang untuk membahas berbagai isu yang tengah hangat menyangkut kepentingan Indonesia.

"Betapa saluran atau komunikasi yang kita bangun selama ini, mekanisme annual meetings kan sudah sedemikian solid dan kita membuka peluang," kata Ari saat ditemui di Gedung Metro Tv, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Ari menambahkan annual meetings juga mengundang berbagai komunitas khususnya pemerhati ekonomi dan lingkungan agar memberikan aspirasi dan masukan kepada negara anggota. Masukan itu dapat disalurkan melalui kantor perwakilan IMF-WB di Indonesia seperti Badan Kebijakan Fiskal dan Bank Indonesia.

"Semua kita berikan peluang termasuk akademisi dan jurnalis untuk mengeluarkan aspirasi. Kita membuka diri untuk berbagai macam input," tuturnya.

Sebelumnya pemerintah Indonesia terus melakukan protes keras sejak Uni Eropa turut menggaungkan penghapusan biofuel berbasis kelapa sawit (phase out palm oil based biofuel) pada 2021. Parlemen Eropa menilai penggunaan minyak sawit sebagai salah satu biofuel berpotensi dalam proses deforestasi.

Anggota Parlemen Eropa (MEP) menyetujui proposal undang-undang yang akan diajukan ke menteri Uni Eropa, mengenai penggunaan energi terbarukan. Salah satu kebijakan yang dihasilkan adalah menghapus minyak kelapa sawit sebagai salah satu bahan dasar biofuel. Dalam penjelasannya, minyak sawit dianggap menjadi salah satu penyebab deforestasi.


(SAW)