Kementan Ajak Mahasiswa jadi Petani

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 02 Dec 2017 17:07 WIB
kementerian pertanian
Kementan Ajak Mahasiswa jadi Petani
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung saat memberi kuliah umum di STTP. (FOTO: dokumentasi Kementan)

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mau terjun menekuni usaha pertanian.

Hal ini mengingat salah satu masalah pembangunan pertanian dan ketahanan pangan ke depan adalah semakin berkurangnya minat generasi muda terjun di bidang pertanian.

"Kalian adalah generasi muda pengganti dan penerus kita. Kita yang ada di sini 5-10 tahun lagi akan pensiun," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi, ketika memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa/i Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), seperti dikutip dalam siaran persnya, Sabtu, 2 Desember 2017.

Dia berharap para mahasiswa STTP ini bisa meneruskan perjuangan para petani agar lebih sejahtera. Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penyerapan tenaga kerja pertanian cenderung menurun tajam dan jumlahnya cukup signifikan yaitu 33,51 persen, disusul perdagangan (22,54 persen), jasa (16,54 persen), dan sektor industri (13,12 persen).

Untuk memotivasi generasi muda agar mau terjun ke usaha pertanian, Kementan pun telah memodernisasi pertanian antara lain dengan memberikan alat dan mesin pertanian, pembangunan infrastruktur, pembangunan embung, dan berbagai fasilitas lainnya.

"Kami mengajak anak-anak muda terjun ke usaha pertanian. Dengan pendidikan yang lebih baik dan teknologi yang dikuasai, pertanian kedepan sangat menjanjikan bagi generasi muda," tambah Agung.

Agung menjelaskan dalam upaya menyejahterakan petani, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan kebijakan. Salah satunya stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat, menumbuhkembangkan Toko Tani Indonesia (TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), menggelar bazar murah, dan operasi pasar bersama Bulog.

"Keseluruhan upaya tersebut bertujuan, agar semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian, khususnya petani semakin sejahtera. Dengan cara tersebut, produsen/petani untung, pedagang mendapatkan harga yang wajar,dan konsumen tersenyum," pungkas Agung.


(AHL)