Kembangkan Padi Organik di Kalteng, Kementan Bentuk Tim Khusus

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 13 Nov 2017 14:10 WIB
berita kementan
Kembangkan Padi Organik di Kalteng, Kementan Bentuk Tim Khusus
Mentan Andi Amran Sulaiman melakukan rapat koordinasi pangan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektare di Kalimantan Tengah (Foto:Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon)

Palangkaraya: Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman menyarankan agar dibentuk tim yang terdiri atas pemerintahan kabupaten, provinsi, pusat, TNI, kepolisian hingga kejaksaan dalam menyukseskan pengembangan padi organik.

Hal itu disampaikan Mentan Amran dalam rapat koordinasi pangan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektare di Kalimantan Tengah. Rapat tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Hamdani, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Dandrem 102/Pjg Kolonel Arm Muhammad Naudi Nurdika, Polda Kalimantan Tengah, dan seluruh Bupati dan Kepala Dinas Pertanian di Kalimantan Tengah.

"Kita bentuk tim terpadu untuk pertanian padi organik," kata Amran, dalam rapat koordinasi yang digelar di kompleks kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Senin 13 November 2017.

Di hadapan seluruh peserta, Amran menyampaikan alasan utama Kementerian Pertanian (Kementan) ingin mengembangkan padi organik, yaitu karena bernilai ekonomis tinggi.

"Tahu berapa nilainya? Padi organik harganya USD 6 atau 6 euro. Kalau bisa produksi beras organik 3 juta ton, kemudian dikali Rp100 ribu, itu sudah Rp300 triliun," kata Mentan.

Selain dipatok harga tinggi, padi organik juga cukup diminati oleh masyarakat saat ini. Sebab, kualitasnya dinilai lebih bagus dan sehat. "Itu mimpi kita karena pintu ekspor terbuka lebar. Beras organik sangat diminati karena sehat," ucapnya.

Oleh karena itu, Amran meminta agar Pemprov dan Pemkab di Kalimantan Tengah membantu Kementan menyukseskan program padi organik. Salah satunya melalui Perda yang bertujuan untuk melarang bahan kimia (pupuk atau sejenisnya) mencemari 300 hektar lahan yang diperuntukan padi organik tersebut.

"Begitu masuk (bahan kimia), harga langsung jatuh, sama dengan beras biasa," kata Amran menegaskan.

Selain itu, Amran menyebut bahwa pihaknya akan mengerahkan ahli organik ke lapangan untuk menyosialisasikan dan membantu Pemda menyusun Perda terkait pelarangan bahan kimia masuk ke dalam kawasan tanaman organik. "Semua distandarisasi, kemudian dibuatkan Perda supaya rakyat kita bisa sejahtera ke depan," kata Mentan.


(ROS)