Sri Mulyani Tunjuk Dirut PT PII Baru

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 29 Nov 2017 11:47 WIB
penjaminan infrastruktur indonesia
Sri Mulyani Tunjuk Dirut PT PII Baru
Sri Mulyani Tunjuk Dirut PT PII Baru. (FOTO: dokumentasi Kemenkeu)

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menunjuk Armand Hermawan sebagai Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero). Pengambilan sumpah jabatan dilakukan Selasa malam 28 November 2017 di Gedung Syafruddin Prawiranegara II Kementerian Keuangan RI, Jakarta.

Penunjukkan Armand tercantum pada Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Republik Indonesia Nomor 885/KMK.06/2017 tentang Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia yang ditetapkan pada 27 November 2017.

Mengutip siaran persnya, Rabu, 29 November 2017, sesuai dengan KMK tersebut, maka susunan Dewan Direksi PT PII (Persero) saat ini adalah:

1. Direktur Utama Armand Hermawan.
2. Direktur Salusra Satria.
3. Direktur Muhammad Wahid Sutopo.

Pengangkatan Dewan Direksi PT PII tersebut dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI Isa Rachmatarwata. Adapun Isa menyampaikan bahwa pelantikan Dirut PT PII yang baru ini diharapkan dapat membawa perusahaan menuju performa yang lebih baik di masa yang akan datang.

"Saya menyampaikan dukungan sekaligus harapan saya kepada PT PII untuk terus mewujudkan pembangunan infrastruktur nasional melalui pemberian penjaminan yang kredibel," tambah Isa.
 
Dia menambahkan, kepercayaan dari para stakeholder yang telah diraih harus terus dipertahankan, dan ditingkatkan dengan terus bekerja secara lebih profesional, intensif, dan berkesinambungan.

Isa menuturkan adanya susunan direksi baru ini diyakini bahwa manajemen PT PII mampu memimpin perusahaan dengan penuh dedikasi dan mampu mencari peluang, terobosan, dan inovasi untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang mungkin dihadapi perusahaan.

Dirut PT PII Armand Hermawan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Keuangan RI yang diberikan kepadanya untuk melanjutkan kepemimpinan manajemen PT PII.

"Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjalankan tugas sebagai Dirut PT PII ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya yang sudah menjalankan karir sejak awal PT PII berdiri," janji Armand.

Ke depannya, sesuai dengan visi misi dan rencana jangka pendek maupun jangka panjang Perusahaan, dirinya akan memberikan dan mengupayakan yang terbaik, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan infrastruktur Negeri khususnya, dan mendorong peningkatan ekonomi nasional pada umumnya.

Ia mengatakan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sangat mengharapkan bimbingan dan dukungan jajaran Kementerian Keuangan RI selaku stakeholder, Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu RI sebagai saham, pemangku kepentingan lainnya, para Penanggung Jawab  Proyek Kerja Sama (PJPK), mitra usaha, dan tentunya jajaran manajemen dan seluruh karyawan PT PII (Persero) sebagai suatu kesatuan support system yang solid.

"Saya meyakini untuk meraih hasil terbaik, tidak hanyadiperlukan kerja keras dan profesionalisme, namun juga integritas dan kemampuan membangun budaya kerja yang baik," tukasnya.

Armand sebelumnya menjabat sebagai DirekturKeuangan dan Manajemen Risiko sejak awal berdirinya PT PII di Desember 2009, dan sempat menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Tugas Sementara Direktur Utama PT PII (Persero) sejak Agustus 2017.

Sedangkan Salusra Satria sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi PT PII (Persero) sejak Juli 2016, sedangkan Muhammad Wahid Sutopo sebelumnya sempat menjabat sebagai Direktur Strategi & Business Development Perusahaan Gas Negara (PGN) periode 2011-2017.

Armand merupakan Dirut PT PII yang kedua, menggantikan Dirut sebelumnya yang dijabat oleh Sinthya Roesly pada periode 2009-2017. Sebelum bergabung dengan PT PII, Armand meniti kariernya di PT Indosat Tbk.

Armand Hermawan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada 1991, gelar Master of Commerce and Management (MCM) dari University of Lincoln, Selandia Baru, pada 1999, dan gelar PhD di bidang keuangan dari University of Newcastle, Australia, pada 2002.


(AHL)