Susi akan Mengalihkan Permen Rekomendasi Izin Impor Garam ke Kemendag

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Jul 2017 16:38 WIB
garam
Susi akan Mengalihkan Permen Rekomendasi Izin Impor Garam ke Kemendag
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) tentang aturan izin impor garam industri.

Aturan tersebut menyatakan bahwa untuk sementara waktu rekomendasi impor garam industri tidak lagi melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetapi langsung dikeluarkan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Nanti ada permen dari KKP, tapi yang industri tidak lewat kita," kata Susi di Kantor KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Sabtu 15 Juli 2017.

Aturan ini dikeluarkan sebagai kelanjutan dari kesepakatan rapat di Istana Wapres pada Jumat 14 Juli 2017 yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.




Dalam rapat itu membahas hambatan pemberian rekomendasi garam industri karena terbitnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam. Pada pasal 37 ayat 3 disebutkan impor komoditas perikanan dan pergaraman menteri terkait harus mendapatkan rekomendasi dari KKP.

Namun, karena kebutuhan garam industri terus meningkat dan para pelaku industri telah menjerit karena mahalnya harga garam maka untuk sementara waktu rekomendasi impor garam langsung akan dikeluarkan langsung oleh Kementerian Perdagangan.

"Untuk sekarang ini, nanti kita samakan HS (kode barang) dan sebagainya, supaya lebih terkontrol," ucap Susi.

Lalu, terkait berapa lama rekomendasi impor garam itu akan dilimpahkan kepada Kementerian Perdagangan, pemilik Susi Air ini tidak menjawab secara detil. Ia hanya mengatakan, aturan baru ini dibuat untuk mengatasi berbagai masalah di sektor garam yang ada sekarang.

"Ini hanya untuk sementara, kemaren harga sudah mahal," pungkas Susi.


(AHL)