APTI Optimistis Panen Tembakau Lebih Baik di 2017

   •    Rabu, 12 Jul 2017 18:58 WIB
tembakau
APTI Optimistis Panen Tembakau Lebih Baik di 2017
Tembakau. (ANT/ADITYA PRADANA PUTRA).

Metrotvnews.com, Surabaya: Asosiasi Petani Tembakau lndonesia (APTI) optimistis panen tembakau secara nasional pada 2017 lebih baik dibanding tahun 2016, yakni sekitar 80 persen dari rata-rata total produksi 170 ribu ton per tahun. Lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada 2016 yang hanya 40 persen.

Ketua Umum APTI Soeseno mengatakan optimistis itu karena cuaca di beberapa wilayah Indonesia sudah membaik, dibanding kurun dua tahun terakhir antara 2015 dan 2016 yang mengalami musim kemarau basah.

"Target kami tahun ini sekitar 80 persen dari rata-rata produksi 170 ribu sampai 180 ton per tahun, dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai 40 persen," kata Soeseno, usai menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) APTI yang dihadiri 6 DPD dan 97 peserta se-Indonesia dikutip dari Antara, 12 Juli 2017.

Ia mengatakan, selama kurun 2015 menuju 2016, produksi tembakau nasional dalam posisi tidak bagus, karena area yang terkena musim kemarau basah cukup luas dan yang bisa ditanami hanya sekitar 30 persen.

"Untuk wilayah Jatim hasil yang bisa diambil sekitar 40 persen dari total lahan 60 ribu hektare yang ditanami, karena sebagian besar terkena musim kemarau basah," tuturnya.

Selain itu, juga terjadi penurunan luas tanaman tembakau yang disebabkan alih fungsi lahan untuk komoditas jagung dan lainnya, ditambah beberapa lahan yang menjadi lahan perumahan.

Di samping itu, kata dia, juga faktor biaya penanaman atau produksi tembakau, baik untuk bibit, pupuk, dan upah pekerja yang lebih tinggi dan besar bila dibandingkan dengan tanaman lain.

"Ditambah akses pemodalan yang masih sulit didapatkan petani tembakau di beberapa daerah, serta pola tanam dan perawatan tembakau membutuhkan keahlian dan perhatian khusus, tidak semudah tanaman pangan," ujarnya.

Ia berharap produksi tembakau nasional dapat terus ditingkatkan untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain seperti Vietnam yang mampu memproduksi 2 ton per hektare, serta India dan Tiongkok yang rata-rata 2,5 ton.

"Saat ini produktivitas perkebunan tembakau lndonesia masih 0,7 ton per hektare, sedangkan produktivitas negara lain di atas satu ton per hektare. Dan hanya Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki produktivitas rata-rata diatas satu ton," pungkas dia.


(SAW)