5.000 Petani Tebu akan Unjuk Rasa pada 28 Agustus

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 19 Aug 2017 13:07 WIB
gulatebu
5.000 Petani Tebu akan Unjuk Rasa pada 28 Agustus
Rapat bersama DPN APTRI (Foto: dokumentasi APTRI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Pimpian Nasional (DPN) Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) akan melakukan unjuk rasa ke Jakarta pada 28 Agustus 2017.
 
Unjuk rasa tersebut akan melibatkan 5.000 petani tebu dari seluruh Indonesia. Demikian hasil rapat bersama pengurus DPP dan DPC APTRI se-Indonesia terkait persiapan dan finalisasi unjuk rasa ke Jakarta.
 
"Setelah berbagai upaya ditempuh dengan jalan diplomasi, menyampaikan aspirasi, keluhan, jeritan dan permasalahan petani tebu kepada pengambil kebijakan di Jakarta, serta belum ada hasil yang diharapkan, maka petani tebu sepakat mengadakan unjuk rasa di Jakarta pada 28 Agustus 2017," ujar Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen, dalam siaran persnya, Sabtu 19 Agustus 2017.
 
Menurut dia, petani tebu merasa hanya dijadikan korban kebijakan penguasa. Dia menjelaskan, para petani ini rencananya akan mengadakan aksi memarkir truk tebu di pinggir jalan utama di setiap pabrik gula pada 24 Agustus 2017.
 
Adapun tujuan unjuk rasa ini akan dilakukan di tiga lokasi. Pertama, Istana Negara, dengan tuntutan berupa kebijakan pemerintah agar berpihal kepada petani tebu dan pergulaan nasional.
 
Kedua, para petani ini akan menyambangi Menteri Perdagangan dengan tuntutan agar gula petani dibeli seharga Rp11 ribu per kilogram (kg). Mereka pun juga menuntut dihentikannya impor gula, setop gula impor beredar di pasaran, dan setop rembesan gula rafinasi).
 
"Ketiga, kami kan menemui menteri BUMN dengan tuntutan menagih janji konpensasi dari impor yaitu jaminan rendemen 8,5 persen pada 2016, konpensasi rendemen rendah di 2017, revitalisasi pabrik gula, dan jangan tutup pabrik gula sebelum mendirikan pabrik gula baru)," tegasnya.
 
Terakhir, lanjut dia, pihaknya juga akan menemui Menteri Keuangan (Menkeu) dengan tuntutan untuk menerbitkan PMK tentang pembebasan gula tani dari PPN.



(FJR)