Menkeu Berjanji akan Tingkatkan Dana Operasional Polri dan BNN

Desi Angriani    •    Selasa, 01 Aug 2017 17:50 WIB
kementerian keuangan
Menkeu Berjanji akan Tingkatkan Dana Operasional Polri dan BNN
Menkeu Sri Mulyani. MI/Immanuel.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengupayakan penambahan dana operasional untuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Penambahan anggaran dimaksudkan agar kedua lembaga penegak hukum ini semakin gencar pemberantas sindikat perdagangan narkoba di Tanah Air.

"Kita akan berusaha terus untuk meningkatkan anggaran mereka dari berbagai macam pengajuan anggaran," kata Sri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

baca : Masyarakat akan Dirugikan Bila Anggaran Polri Dihentikan

Menurut Sri, selama ini pihaknya selalu memprioritaskan pengajuan anggaran oleh Kapolri dan Kepala BNN. Mulai dari fasilitas gedung, alat komunikasi hingga biaya operasional. Meski begitu, mantan deputi gubernur Bank Dunia ini akan tetap mengupayakan kesejahteraan bagi anggota Polri dan BNN.

"Selama ini kita selalu memprioritaskan apa yang diajukan oleh Bapak Kapolri dari BNN entah itu dari fasilitas gedung maupun alat-alat komunikasi," tutur dia.

Selain meningkatkan anggaran Polri dan BNN, Sri juga berencana memberikan reward bagi anggota Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yag berhasil menggagalka penyelundupan 1,2 juta pil ekstasi. Penghargaan tersebut akan diberikan menjelang HUT kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

"BNN dan Polri sudah mendapatkan reward tentu anak buah saya bertanya Kapan saya dapat dibuat, jangan sampai moral dari jajaran Bea Cukai menjadi kurang bersemangat melihat yang Polri sudah dapat reward," tandasnya.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan Direktorat Tindak Pidana (Dit. Tipid) Narkoba, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Repubiik Indonesia (Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri) berhasil menangkap seorang tersangka sindikat narkoba berinsial LKT.

Tim berhasil mengamankan dua kotak besar narkotika jenis ekstasi sejumlah 1,2 juta butir yang dikemas ke dalam 120 bungkus.

Berdasarkan keterangan tersangka, narkotika tersebut merupakan milik jaringan internasional dari BeIanda yang dikendaIikan oIeh narapidana berinisial A di Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan.

 


(SAW)