Penurunan Suku Bunga Diharapkan Dorong Target Pertumbuhan Kredit

Angga Bratadharma    •    Jumat, 08 Sep 2017 19:29 WIB
suku bungarepo
Penurunan Suku Bunga Diharapkan Dorong Target Pertumbuhan Kredit
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong agar tingkat suku bunga perbankan bisa mengalami penurunan sejalan dengan turunnya BI 7 Days Repo Rate. Di sisi lain, OJK berharap langkah itu bisa memberikan efek positif terhadap tercapainya target pertumbuhan penyaluran kredit hingga akhir 2017.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso menyebut, pertumbuhan rasio kredit berada di angka delapan persen secara tahun ke tahun pada Juli 2017. Secara year to date (ytd), rasio tersebut terbilang rendah. Tidak ditampik, pada bulan dimaksud pertumbuhan kredit memang terbilang rendah.

"Pada Juli kemarin sudah lebih tinggi (penyaluran kredit) dari Juni. Di Agustus (penyaluran kredit) harapannya bisa lebih tinggi. Semester II-2017 diharapkan kinerja (industri perbankan) lebih tinggi dari semester I-2017," kata Wimboh, di Gedung OJK, Jakarta, Jumat 8 September 2017.

Sejauh ini, lanjut Wimboh, OJK belum memerlukan suatu kebijakan tersendiri untuk mendorong penyaluran kredit. Apalagi, pembiayaan di industri pasar modal cukup tinggi. Hal seperti ini memberikan pengertian bahwa industri jasa keuangan masih menggeliat dan diharapkan bisa terus meningkat hingga akhir tahun ini.

"Tetap perlu dimonitor dari bulan ke bulan. Hemat kami belum kelihatan dan tunggu di September. Kenapa Juni turun karena hari kerja pendek, hanya 20 hari. Hari pendek mau booking kredit lebih sedikit. Di Agustus harapannya lebih tinggi (kinerja industri perbankan)," ujar Wimboh.

Lebih lanjut, Wimboh berharap, industri perbankan bisa segera menurunkan tingkat suku bunga kredit dengan melihat tingkat suku bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate. Dengan turunnya suku bunga acuan maka seharusnya secara perlahan tingkat suku bunga deposito bisa turun dan nantinya mendorong turunnya tingkat suku bunga kredit.

Sebelumnya Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin dari 4,75 persen menjadi 4,5 persen. Penurunan ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor salah satunya inflasi yang terjaga.

"Kita dorong penurunan suku bunga dengan melihat transmisi BI 7 Days Repo Rate yang turun. Mestinya suku bunga depostio turun. Kita lihat interbank money meresponsnya. Suku bunga deposito diubah tentu harus melihat jatuh tempo yang satu, dua, tiga, atau enam bulan baru bisa diubah. Kalau suku bunga deposito belum diubah, kredit belum diubah," pungkasnya.

 


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

22 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA