Sri Mulyani Beberkan 3 Faktor Pendukung Ekonomi RI Tumbuh 6,1%

Desi Angriani    •    Selasa, 13 Jun 2017 16:48 WIB
ekonomi indonesiarapbn 2018
Sri Mulyani Beberkan 3 Faktor Pendukung Ekonomi RI Tumbuh 6,1%
Illustrasi. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 mengungkapkan tiga  faktor yang mendukung proyeksi ekonomi RI tumbuh di level 5,4 sampai 6,1 persen.

baca : MUI Usulkan Arus Baru Ekonomi Indonesia

Faktor pertama, daya beli masyarakat pada 2018 diperkirakan cukup tinggi sehingga pertumbuhan konsumsi rumah tangga bisa mencapai 60 persen terhadap PDB. Sri mengatakan, penciptaan lapangan pekerjaan dan inflasi yang terjaga bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.

"Kalau dengan asumsi daya beli masyarakat, kuncinya inflasi dan menciptakan lapangan kerja, ini jadi sangat penting. Ini program strategi pemerintah untuk buat kualitas PE bisa disumbangkan oleh faktor yang bisa menciptakan job, kemiskinan kesenjangan dan ciptakan PE merata," kata Sri dalam paparannya di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Sri melanjutkan, perhelatan Asian Games dan Asian Paralimpyc Games 2018 juga tak kalah penting menyumbang pertumbuhan  ekonomi. Kehadiran rombongan atlet dan pengunjung akan berdampak terhadap ekonomi daerah. Selain itu, gelaran IMF World Bank Annual Meeting di Bali tahun depan juga diperkirakan mendorong pertumbuhan pariwisata di wilayah Timur Indonesia.

"Adanya perhelatan Asian Games pertemuan Asian Paralimpyc Games. IMF WB annual meeting. Ini even yang bukan hanya Pemerintah keluarkan anggaran tapi yang penting hadirnya pengunjung pada event itu minimal di tempat itu tapi bisa lebih luas lagi. Walau concern di Bali INF WB kami tawarkan tempat tourism lain," tuturnya.

Faktor ketiga, sambung Sri adalah investasi di sektor infrastruktur yang telah berjalan tiga tahun. Kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 6,1 persen bila nilai investasi di Indonesia mencapai Rp5.041 triliun hingga Rp5.171 triliun.

"Kegiatan investasi di bidang infrastruktur memasuki tahun 3-4 maka akselerasi dari cap spending akan lebih cepat," ungkapnya.

Menurutnya, sumber investasi ribuan triliun tersebut dapat diperoleh dari belanja modal pemerintah, belanja modal BUMN baik yang langsung maupun anak, penyaluran kredit perbankan hingga investasi langsung PMA dan PMDN.

"Kondisi positif terhadap Initial Public Offering (IPO), penerbitan obligasi dan sukuk korporasi," tegas dia.

 


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA