September, KEK Mandalika dan Palu Siap Beroperasi

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 23:29 WIB
kawasan ekonomi khusus
September, KEK Mandalika dan Palu Siap Beroperasi
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO : Dokumentasi Kemenperin).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Palu dinyatakan siap beroperasi dan direkomendasikan untuk diluncurkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada September 2017.

Hal ini diputuskan dalam Sidang Dewan Nasional yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri oleh Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PerindustrianAirlangga Hartarto, Menteri ATR Sofyan Djalil, Kepala BKPM Thomas Lembong dan perwakilan pejabat terkait, Rabu 9 Agustus 2017.

"Yang sudah siap Palu, tunggu jadwalnya Presiden," kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Sedangkan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)  masih menunggu proses sertifikasi lahan seluas 518 ha. KEK ini ditargetkan dapat beroperasi pada November 2017.

Sementara KEK Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 dan berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat juga sedang menuai proses.

Telah terdapat tiga investor yang sedang membangun hotel berbintang lima, yaitu Pullman Hotel, Royal Tulip Hotel serta X2 Hotel. Tiga investor yang akan mulai membangun pada awal 2018 meliputi ClubMed Hotel, Paramount Hotel serta Mozaique Jiva One Sky Hotel. Pembangunan kawasan ditargetkan akan mencapai Rp2,2 triliun pada 2025 dengan Investasi pelaku usaha mencapai Rp28,64 triliun.

Kemudian, dia menambahkan minat investasi di KEK Palu (Sulawesi Tengah) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2014 mulai muncul.  Hal ini terlihat dari telah hadirnya tiga  investor yaitu PT Asbuton, PT Hong Thai dan PT Sofi Agro yang sedang membangun pabrik.  Pada 2025, pembangunan kawasan ditargetkan akan mencapai Rp1,7 triliun dan investasi pelaku usaha mencapai Rp92,4 triliun.

Sedangkan KEK Tanjung Api-Api, KEK Bitung dan KEK Morotai yang juga telah ditetapkan pada 2014 dinyatakan belum siap beroperasi tahun ini dan akan diberi perpanjangan masa pembangunannya selama satu tahun dengan beberapa catatan yang harus diselesaikan oleh pengusul di masa tersebut.


(SAW)