Presiden Minta Plafon Kredit Mekaar Ditambah

   •    Senin, 03 Dec 2018 08:49 WIB
kreditPermodalan Nasional Madani
Presiden Minta Plafon Kredit Mekaar Ditambah
Presiden Joko Widodo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Bogor: Presiden Joko Widodo meminta kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menaikkan plafon pinjaman program kredit mikro Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dikelola BUMN itu.

Besaran kredit Mekaar yang saat ini berkisar Rp500 ribu-Rp3 juta akan dinaikkan hingga Rp10 juta.

Hal itu disampaikan Presiden saat berjumpa dengan ibu-ibu penerima pinjaman Mekaar di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 2 Desember 2018.

"Ini baru kita hitung karena setelah melihat di lapangan, saya melihat tadi ada ibu-ibu yang ingin tidak hanya mendapat Rp2 juta atau Rp1 juta, tapi ada yang ingin mendapat Rp10 juta. Kita akan kembangkan besar-besaran di seluruh Tanah Air," imbuhnya.

Presiden mengatakan Mekaar ialah program konkret untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Para ibu sesungguhnya bisa mengembangkan usaha sepanjang memiliki kesempatan mendapatkan tambahan modal.

"Mengapa yang banyak diberi pinjaman ibu-ibu? Karena ibu-ibu lebih disiplin, lebih bisa dipercaya, lebih jujur, lebih telaten mengatur masalah keuangan. Karena program ini bagus, kita akan kembangkan besar-besaran di seluruh Tanah Air," tandasnya.

Sejak Mekaar diluncurkan pada akhir 2015, program itu telah menghimpun 3,9 juta nasabah. Pinjaman diberikan kepada kelompok yang beranggotakan maksimal 30 orang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan bahwa program Mekaar PNM merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah bagi masyarakat kecil dalam rangka meningkatkan kualitas hidup.

"Program ini juga merupakan upaya pemerintah membantu keluarga prasejahtera," kata Rini.

Pada kesempatan itu, Presiden berkesempatan berdialog dengan ibu-ibu. Salah satunya Romlah yang berjualan bubur ayam. Ia mengaku omzet bisa mencapai Rp700 ribu per hari. Penghasilan bersihnya mencapai 30% dari jumlah tersebut. Romlah berharap platform Mekaar bisa dinaikkan agar ia bisa membeli mendapatkan modal guna membeli gerobak.

"Penghasilan disisihkan buat bayar cicilan (Mekaar). Ini masih kurang modal gerobaknya. Lebih mantab kalau punya gerobak," ujarnya kepada Jokowi.

Sementara itu, seorang ibu lainnya bercerita membuka usaha nasi uduk di depan rumahnya berkat modal dari PNM. Sri Rahayu bercerita membuka usaha beragam camilan, mulai pisang keju, singkong keju, hingga kentang crispy.

Pelatihan jadi Barista

Di Bali, Perum Jamkrindo bersama dengan PMN memberikan pelatihan pengenalan dasar-dasar teknik seduh kopi manual brewing dan pengemasan kopi bagi mitra binaan Jamkrindo di Bali.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan, melalui sinergi BUMN itu diberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan agar menghasilkan nilai tambah bagi petani kopi untuk mengembangkan sebagai barista kopi dan juga teknik pengemasan dan pemasaran kopi.

"Dengan penambahan capacity building petani kopi, harapannya bisa memberikan nilai tambah bagi para petani dengan tumbuhnya bisnis seduh kopi," kata Randi.

Para petani kopi yang terbagi dua klaster itu mendapat pembiayaan pinjaman program kemitraan sebesar Rp1 miliar yang disalurkan kepada 20 petani di dua klaster. (Media Indonesia)

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA