Reformasi Kemudahan Berusaha Indonesia Lebih Kecil

Desi Angriani    •    Kamis, 01 Nov 2018 20:20 WIB
kemudahan berusaha
Reformasi Kemudahan Berusaha Indonesia Lebih Kecil
Menko Perekonomian Darmin Nasution MI/ROMMY PUJIANTO.

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menyebut penurunan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB) 2019 dikarenakan negara-negara lain melakukan reformasi yang lebih banyak dibanding Indonesia. Peringkat Indonesia tercatat turun dari posisi 72 menjadi 73 dari 190 negara.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Damin Nasution menuturkan Indonesia hanya melakukan tiga reformasi dari 10 sektor yang mendapat penilaian. Reformasi tersebut meliputi  indikator Memulai Usaha (Starting a Business), Memperoleh Pinjaman (Getting Credit) dan Pendaftaran Properti (Registering Property). Ketiganya disebut telah memberikan kemudahan usaha bagi sektor Usaha Kecil Menegah (UKM).

"Kenapa turun karena negara lain banyak reformasinya yang lebih cepat. kalau kita hanya di tiga indikator," kata Darmin dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Sementara itu, empat indikator relatif mengalami perbaikan dan tiga indikator lainnya belum mengalami reformasi yang signifikan. Perbaikan-perbaikan tersebut berkontribusi terhadap kenaikan DTF kemudahan berusaha Indonesia sebesar 1.42 menjadi 67,96 dari 66,54 pada tahun lalu.

"Sebenarnya peringkatnya naik. Tapi ada empat yang turun karena negara lain banyak yang reformasinya lebih cepat," imbuh dia.

Namun, 35 negara lain termasuk Tiongkok, India dan Kenya, tercatat menyelenggarakan reformasi yang lebih signifikan. India naik 23 peringkat ke poisis 77 dengan melakukan reformasi di enam indikator. Sedangkan Tiongkok naik 32 peringkat ke posisi 46 dengan melakukan reformasi di tujuh indikator.

"India dan Tiongkok melakukan reformasi besar-besaran," sambung Darmin.

Adapun Indonesia berada pada peringkat 114 pada 2015, naik menjadi peringkat 109 di 2016. Selanjutnya Indonesia kembali naik ke peringkat 91 pada 2017 dan pada 2018 lalu berhasil berada di peringkat 72.


(SAW)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA