BI Berencana Menaikkan Batas Saldo Dompet Digital

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 15 Dec 2018 09:48 WIB
bank indonesiafintech
BI Berencana Menaikkan Batas Saldo Dompet Digital
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Surabaya: Bank Indonesia (BI) berencana menaikkan batas saldo maksimal untuk layanan dompet digital (e-wallet). Hal ini sejalan dengan pembayaran menggunakan e-wallet seperti Gopay, OVO, dan sejenisnya kian berkembang di masyarakat.

"Apakah ada wacana mengubah itu? Iya, kita akan masuk ke proyek penyusunanan cetak biru," kata Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Erwin Haryono, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 14 Desember 2018.

Saat ini, lanjutnya, aturan batas saldo e-wallet tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/40/PBI/2016 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Aturan limit saldonya sama dengan uang elektronik (e-money).

Dalam PBI tersebut, untuk dompet digital yang sudah terdaftar, saldo maksimal yang diperbolehkan mencapai Rp10 juta. Sementara untuk yang tidak terdaftar, saldonya dibatasi sebesar Rp1juta.

Erwin menambahkan cetak biru yang tengah disiapkan bank sentral guna merespons semakin berkembangnya transaksi nontunai di masyarakat. Belakangan pembayaran dengan barcode atau QR Code juga semakin sering digunakan untuk pembayaran.

Menurut dia peraturan yang disiapkan guna menertibkan layanan sistem pembayaran sebagaimana kewenangan bank sentral. Meski demikian, diakui Erwin, tidak mudah untuk mengikuti perkembangan layanan pembayaran yang begitu cepat.

"Sekarang kita masih dalam tahap sinkronisasi penggunaan QR Code, di antara penerbitnya dan itu tidak mudah untuk semua pelaku. Tapi sejauh ini hasilnya sudah bagus untuk mengekperimenkan itu, tapi bisa saja ada penyesuaian," pungkasnya.


(ABD)