Kabupaten Parimou Siap Menjadi Lumbung Beras Indonesia Timur

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 25 Jan 2018 15:02 WIB
berasstok berasbulog
Kabupaten Parimou Siap Menjadi Lumbung Beras Indonesia Timur
Beras. MI/BENNY BASTIANDY.

Parigi Moutong: Kabupaten Parigi Moutong saat ini dinilai siap menjadi lumbung beras Indonesia Timur. Kabupaten Parimou sebagai sentra produksi padi di Sulawesi Tengah tidak henti-hentinya melakukan panen padi.

Bupati Parigi Moutung H Samsurizal Tombolotutu mengatakan salah satu desa di Kecamatan Mepanga saat ini tengah panen padi dengan luas sekitar 33 hektare (ha) dari hamparan panen sekitar 3.000 ha.

"Parigi Moutong (Parimou) tiap hari tanam dan hasilnya Parimou juga tiap hari panen," ujar Samsurizal dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Januari 2018.

Ia menjelaskan jika hari ini Mepanga panen (bagian tengah Parimou), maka di bagian selatan seperti di Parigi sesungguhnya sudah tanam. Kemudian di bagian utara seperti di Moutong beberapa saat lagi akan menyusul panen.

Disamping itu, pemerintah daerah bertekad untuk meningkatkan terus produksi beras Parimou.

"Sehingga ke depan Parimou tidak hanya memasok Sulawesi saja tapi juga pulau lain seperti Maluku,  Papua,  dan lain-lain," katanya.

Selama Samsurizal menjabat, ia berhasil mendongkrak daya saing Parimou dari peringkat delapan menjadi peringkat empat di Provinsi Sulawesi Tengah. Di level nasional pun  Parimou juga berhasil masuk sepuluh besar kabupaten/kota produktif dari 511 kabupaten/kota nasional. Diantara 10 kabupaten/kota terbaik tersebut hanya Parimou yang berbasis Pertanian.

Bagian Humas Kabupaten Parimou, Jefri menambahkan Kabupaten Parimou surplus beras sekitar 140 ribu ton pada 2017. Surplus ini diekspor ke kabupaten tetangga seperti Palu, Toli-toli, dan Buol.

"Selain itu juga diekspor ke Propinsi Gorontalo dan Sulut, terutama Manado," ucap Jefri.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parimou, Nelson Netubun menyebutkan Keberhasilan panen raya di Parimou ini atas dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Upaya Khusus (Upsus). Kemudian, menindaklanjuti arahan Prosiden Jokowi, Pemda Parimou menggaet Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama kembangkan pertanian dan perikanan.

"Kelapa kopyor sangat potensial dikembangkan di daerah pantai seperti Parimou," kata Nelson.

Selanjutnya Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional selaku Penanggung Jawab Upsus Propinsi Sulawesi Tengah, Mat Syukur, menuturkan seluruh SKPD terkait, camat, kades, penyuluh harus mendukung tekad Bupati untuk menjadikan Parimou lumbung beras Indonesia Timur. Kementan akan memberikan reward kepada kabupaten/kota yang berprestasi dan sebaliknya memberikan punismen kepada daerah yang tidak mencapai target.

"Reward Kementan dapat dalam bentuk bantuan benih, alsintan, cetak sawah baru, atau anggaran pembangunan sektor pertanian yang lebih tinggi dan bentuk-bentuk bantuan lainnya," tutur Mat Syukur.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

4 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA