Disuntik Induk Usaha, BSM Catat CAR Capai 15,86%

Angga Bratadharma    •    Kamis, 08 Mar 2018 14:49 WIB
bsm
Disuntik Induk Usaha, BSM Catat CAR Capai 15,86%
Nasabah bertransaksi di Bank Syariah Mandiri, Jakarta (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat struktur modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 15,86 persen atau meningkat sebanyak 1,85 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 14,01 persen. Sedangkan dari sisi efisiensi dengan indikator CER, pun Mandiri Syariah membaik yang berada di level 52,84 persen.

"Alhamdullilah, kami bersyukur atas pencapaian tersebut dan berterima kasih kepada stakeholders atas kepercayaannya kepada Mandiri Syariah," kata Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari, dalam sebuah konferensi pers, di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Toni menambahkan, pada akhir 2017, perusahaan induk yakni Bank Mandiri menyuntikkan setoran modal sebesar Rp500 miliar sehingga posisi modal disetor perusahaan pada 2018 ini hampir Rp3 triliun. Dengan penambahan modal tersebut diharapkan memberi kekuatan untuk BSM mengakselerasi laju bisnis di masa mendatang.

Kedepannya, tambahnya, Mandiri Syariah akan terus mempertajam target segmen, memperbaiki bisnis model, dan penyempurnaan kualitas layanan. "Kami juga bersyukur dapat  bersinergi dengan induk perusahaan di dalam penetrasi pasar salah satunya melalui Layanan Syariah Bank (LSB) di outlet Bank Mandiri," kata Toni.

Saat ini, Mandiri Syariah mulai masuk ke bisnis berbasis online melalui kerja sama dengan Tokopedia dan Bukalapak dalam bentuk fasilitas transaksi dan penawaran pembiayaan. BSM memang harus bersiap menghadapi perubahan masyarakat dan budaya termasuk di bidang keuangan.

"Untuk itu, Mandiri Syariah akan terus bertransformasi, termasuk membuka sinergi dengan perusahaan atau e-commerce yang memiliki reputasi baik di masyarakat," tukasnya.

Di sisi lain, perusahaan dapat mengendalikan biaya overhead yang naik hanya 0,26 persen. Laba operasional meningkat Rp692 miliar atau tumbuh 42,93 persen menjadi Rp2,30 triliun, terutama karena peningkatan margin bagi hasil bersih dan fee based income.

"Mandiri Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang masuk Buku III dengan ekuitas sebesar Rp7,31 triliun atau tumbuh 14,42 persen dibandingkan dengan kuartal IV-2016 sebesar Rp6,39 triliun," tuturnya.

Lebih lanjut, dengan kinerja yang cukup baik, Mandiri Syariah bisa menggelar program mengalirkan berkah di mana program tersebut melibatkan 412 cabang BSM di seluruh Indonesia dengan total dana yang dikeluarkan mencapai Rp20,38 miliar dalam bentuk renovasi tempat ibadah, beasiswa atau bangunan sekolah.

"Selain itu untuk mendorong pariwisata, Mandiri Syariah pada 2017 meresmikan beroperasinya Masjid Al Amin Syariah Mandiri di desa Kinahrejo Yogyakarta," pungkasnya.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

6 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA