Diiringi Hujan, Mentan Lepas 6.600 Ton Jagung ke Filipina

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 09 Mar 2018 11:09 WIB
berita kementan
Diiringi Hujan, Mentan Lepas 6.600 Ton Jagung ke Filipina
Mentan Andi Amran Sulaiman melepas 6.600 ton jagung produksi pertanian Sulawesi Selatan ke Filipina (Foto:Anggi Tondi Martaon)

Makassar: Diiringi rintik hujan, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melepas 6.600 ton jagung produksi pertanian Sulawesi Selatan ke Filipina. Target ekspor jagung Sulawesi Selatan tahun 2018 sebanyak 60 ribu ton.

"Kita bersyukur, alhamdulillah, kita membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor," kata Amran, saat melepas rangkaian ekspor 60 ribu ton jagung ke Filiina di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Maret 2017.

Pantauan Metrotvnews.com/Medcom.id di lapangan, hujan mengiringi pelepasan ekspor jagung tahap I tahun 2018. Namun, hal itu tak menyurutkan semangat Mentan Amran dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, melepas 6.600 ton jagung menuju Filipina.

Acara pelepasan dihadiri juga oleh Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KASAD) Mayjen TNI Supartodi, pejabat Polda Sulawesi Selatan, perwakilan Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, direksi Pelindo 4 (Persero), serta undangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan Syarul Yasin Limpo menyebutkan, kondisi hujan saat pelepasan ekspor jagung Provinsi Sulawesi Selatan merupakan gabungan empat nilai yang dipercaya oleh masyarakat Bugis, Makassar, yaitu air, angin, tanah, dan api.

Menurut gubernur Sulawesi Selatan dua periode itu, pertemuan antara tanah dan air menghasilkan tanaman untuk menyejahterakan rakyat, salah satunya jagung. Pertemuan antara angin dan air membuat masyarakat Indonesia bisa berlayar dengan konsisten, yang menandakan ekspor jagung ke Filipina.

"Hari ini kita ekspor, dan ini menandakan bahwa negeri ini adalah negara yang kaya dan bisa memberi kehidupan yang lebih baik kepada rakyat," kata Syahrul.

Pertemuan empat elemen tersebut, kata Syahrul, tak lepas dari kerja keras Mentan Amran. Menurutnya, selain terobosan brilian yang diterapkan dalam memajukan pertanian Indonesia, Amran juga mampu menggandeng sejumlah lembaga, yakni TNI, polisi, dan berbagai instasi pemerintah lain.

"Dan ini hari (pelepasan ekspor) merupakan pembuktian yang dilakukan oleh Pak Menteri yang bisa bekerja sama baik dengan TNI dan Polri dan jajaran pemerintah," ujar Syahrul.

Ekspor 60 ribu ton jagung merupakan kesepakatan yang terjalin antara Filipina dan Indonesia, beberapa waktu lalu. Total ekspor jagung Indonesia ke Filipina tahun 2018 sebanyak 1 juta ton.

Selain Filipina, ekspor jagung Indonesia juga menargetkan Malaysia. Tak tanggung-tanggung, Indonesia berambisi memenuhi kebutuhan jagung Negeri Jiran sebanyak 3 juta ton.


(ROS)