Akhir 2018, Bayar Tol tak Perlu Bersentuhan dengan Mesin Pembayaran

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 06 Oct 2017 20:50 WIB
transaksi non tunaiemoney
Akhir 2018, Bayar Tol tak Perlu Bersentuhan dengan Mesin Pembayaran
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat konferensi pers penentuan transaksi nontunai di jalan tol. (FOTO: MTVN/Suci Sedya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah bersama otoritas tengah memantapkan rancangan transaksi nontunai di jalan tol menggunakan teknologi berbasis nirsentuh.

Nirsentuh merupakan transaksi pembayaran di gerbang tol yang dilakukan tanpa bersentuhan secara fisik dengan perangkat atau mesin pembayaran di gerbang tol. Rencananya akan diimplementasikan seluruhnya pada akhir 2018. Artinya, mobil yang lewat gerbang tol tak harus menempelkan kartu di mesin pembayaran, karena ada sensor yang bisa langsung membaca mobil untuk masuk.

Hal tersebut dikatakan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution yang dihadiri Menteri Kominfo, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, Kepala BPJT, serta perwakilan OJK dengan pembahasan elektronifikasi jalan tol.

Darmin mengatakan agenda elektronifikasi jalan tol di Indonesia menjadi begitu penting mengingat sasaran akhir pengembangan jalan tol yang berupa penerapan Multi Lane Free Flow (MLFF) atau nirsentuh sehingga transaksi pembayaran menjadi lebih efisien dan lancar.

"Pada akhir Desember 2018 targetnya orang dengan kecepatan 60-80 km per jam pun dia bisa lewat (gerbang tol) karena sudah terbaca lewat sensor tanpa harus menabrak palang tol," kata Darmin dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat 6 Oktober 2017.

Oleh karenanya, Darmin meminta agar semua mobil sesuai dengan nama pemilik yang mengendarai. Dia bilang, kalau perlu jika beli mobil yang tak baru maka dibaliknamakan agar sesuai dengan KTP. Sebab nantinya akan terintegrasi antara identitas pemilik kendaraan dengan sensor transaksi tol.

"Kita meminta Polri untuk meng-enforce, kalau orang jual beli mobil, ya balik nama lah, kalau enggak ya denda saja yang besar. Kan aneh kalau nanti nama di BPKB lain dengan nama di KTP," ujar dia.

Adapun untuk layanan tol, pada 31 Oktober 2017 taka akan melayani pembayaran tunai. Seluruh gerbang tol akan menggunakan sistem nontunai atau e-tol.

“Beberapa ruas jalan tol sudah memberlakukan elektronifikasi sebelum 31 Oktober 2017 sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol yang mewajibkan pada akhir September sudah ada 60 persen gerbang tol yang menerapkan transaksi elektronik,” jelas Darmin.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Jasa Marga sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Desi Arryani mengatakan selama beberapa bulan terakhir pihaknya setiap hari mentransformasi gardu yang awalnya melayani tunai menjadi portal otomatis e-tol.

"Dengan setiap hari transportasi gardu, pada 31 Oktober seluruh gardu hanya bisa terima e-tol," jelas dia.

 


(AHL)