Astra Suntik Rp2 Triliun ke Go-Jek Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 12 Feb 2018 12:46 WIB
gojekastra international
Astra Suntik Rp2 Triliun ke Go-Jek Indonesia
Gedung Astra (Foto: dokumentasi Astra)

Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) resmi menyuntik dana atau menjalankan investasi modal sebesar USD150 juta atau setara Rp2 triliun ke Go-Jek Indonesia. Kerja sama ini diharapkan memberi keuntungan di masing-masing pihak dan nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Presiden Astra International Prijono Sugiarto, dengan kerja sama ini maka bisa meningkatkan produktivitas, mendorong masyarakat untuk masuk ke sektor ekonomi formal, dan ‎mendukung inovasi produk dan jasa untuk menciptakan pasar baru.

"Kami antusias dapat menjadi bagian dari perjalanan Go-Jek. Go-Jek merupakan pemain utama dalam ekonomi digital di Indonesia. Kami berharap kolaborasi dengan Go-Jek akan memberikan nilai tambah bagi bisnis Astra serta mengakselerasi inisiatif Astra di bidang digital," kata Prijono, ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Prijono mengaku Astra bangga dapat mendukung national champion seperti Go-Jek yang memiliki misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen Astra untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.

"Teknologi memiliki peran yang penting untuk mencapai tujuan ini dan kami yakin akan daya transformasi perusahaan yang fokus pada digital seperti Go-Jek," jelas Prijono.

Ditempat yang sama, CEO and Founder Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim menyatakan langkah ini merupakan pencapaian yang signifikan bagi Go-Jek. Kepercayaan yang ditujukan oleh salah satu perusahaan terkemuka dan merupakan ikon Indonesia ini adalah sebuah bentuk pengakuan tersendiri atas keberhasilan perusahaan.

Baik Astra maupun Go-Jek Indonesia, Nadiem mengaku, didirikan dengan misi untuk memajukan Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat. Perusahaan sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan Astra.

"Kedua organisasi ini memiliki kepercayaan yang sama, bahwa berkolaborasi kita bisa bersama-sama mengakselerasi perkembangan ekonomi serta mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah," ‎pungkas Nadiem.


(ABD)