Lebaran, Hari Keberuntungan Pedagang Mainan

   •    Selasa, 19 Jun 2018 14:52 WIB
lebarandunia usaha
Lebaran, Hari Keberuntungan Pedagang Mainan
Suasana aktivitas Pasar Gembrong, di Jakarta. (FOTO: ANTARA/Galih Pradipta)

Jakarta: Keramaian tak seperti biasanya terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, kemarin. Sejumlah anak dan orang dewasa berdesakan di bahu jalan.

Mereka bergantian memasuki toko-toko mainan di Pasar Gembrong. Pedagang mainan tampak tersenyum lebar lantaran dagangan mereka terjual laris manis.

Pasar Gembrong dikenal sebagai sentra penjualan mainan anak. Letaknya tak jauh dari pusat perbelanjaan Mal Bassura. Pada hari biasa, jarang sekali pengunjung membeludak seperti sekarang ini.

Yanto, 55, pemilik Toko Uki Die Cast, mengaku kebanjiran untung selama Lebaran ini. Pendapatan hariannya bisa naik dua kali lipat daripada hari biasa. Ia memilih tidak pulang kampung demi mencetak laba di hari raya.

"Peningkatannya lumayan. Hari biasa dapat Rp1 juta, saat Lebaran ya dua kali lipat lah," kata Yanto, Senin, 18 Juni 2018.

Yanto yang mulai berdagang mainan sejak 1998 mengakui pengunjung sangat ramai berdatangan mulai Lebaran hari pertama. Mereka anak-anak yang ditemani orang dewasa. Angpau yang diterima anak-anak dihabiskan untuk membeli mainan robot, mobil-mobilan, boneka, masak-masakan, hingga drone buatan Tiongkok.

Di hari biasa, pengunjung di toko milik Yanto tidak sebanyak sekarang. "Andalan kami ya Lebaran ini. Makanya enggak pulang kampung. Pendapatan kami jadi seperti Sabtu-Minggu. Kalau hari biasa seperti gali lubang tutup lobang," jelasnya.

Namun, seiring dengan banyaknya pesaing, saat ini keuntungan yang didapat tidak seperti 10 tahun lalu. Namun, ia tetap bertahan lantaran belum tahu mau usaha apa lagi. Lagipula anak-anaknya sudah beranjak dewasa.

Wiwi, 38, pemilik toko lain mainan mengaku sama. Dari tahun ke tahun Lebaran menjadi sumber pendapatan andalan. Hal itu tidak terjadi di hari raya lainnya.

Pengunjung juga tak kalah bahagia. Murni, 32, warga Jatinegara, mengaku biasa membawa anak dan keponakannya berbelanja di Pasar Gembrong saat Lebaran. Selain dekat dengan kediaman, harga yang ditawarkan pun lebih murah, jauh dari gerai toko yang ada di mal-mal. "Ke sini ya karena murah. Enggak sama harganya dengan yang di mal-mal. Pilihannya lebih banyak," tuturnya.

Alhasil, bukan hanya pedagang yang meraih keuntungan. Tukang parkir liar juga mendapat laba lebih. Pasalnya, selain menerima parkir motor di depan toko-toko, mereka juga membuka bahu jalan fly over sebagai tempat parkir.

Akibatnya, kendaraan antre sekitar 200 meter di Jalan DI Panjaitan arah Duren Sawit, Jakarta Timur, dan di jalan layang menuju Duren Sawit dari arah jalan layang Kampung Melayu. Antrean kendaraan terurai setelah pengendara melewati Mal Bassura. (Media Indonesia)


(AHL)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

33 minutes Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA