Peserta IMF-WB Membeludak, Pemerintah Tambah Kantung Parkir

Desi Angriani    •    Selasa, 02 Oct 2018 11:46 WIB
imf-world bank
Peserta IMF-WB Membeludak, Pemerintah Tambah Kantung Parkir
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Peserta pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali membeludak dari perkiraan awal panitia hanya sekitar 18 ribu orang. Jumlah peserta yang terdaftar saat ini melebihi 20 ribu orang dari 189 negara.

Dirut Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer mengatakan jumlah peserta yang melebihi perkiraan tersebut membuat panitia penyelenggara terpaksa menambah jumlah kantung parkir di luar Nusa Dua, Bali.

"Ternyata yang sudah mendaftar di atas perkiraan sekitar 20 ribu dari sebelumnya 18 ribu, ITDC dan panitia IMF-WB sedang memetakan parkir tambahan karena kita ada beberapa sudut dan kita diminta untuk perkuat parkir," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2018.

Tambahan kantung parkir ini diperkirakan berada di Lagoon yang terletak berdekatan dengan lokasi pertemuan. Pihak penyelenggara kata Abdul, juga menambah kantung parkir di dalam area Nusa Dua.

"Di dalam kawasan kita akan menambah tapi ada beberapa yang memang bisa kita tambahkan di luar kawasan yaitu di dekat Lagoon, di desa sebelah ada satu kawasan, baru saja kita rapat itu dan akan siapkan," ungkapnya.

Untuk pengelolaan parkir, nantinya menggunakan sistem ID atau kartu tanda pengenal peserta. Tanpa ID tersebut, katanya peserta dipastikan tidak bisa memakirkan kendaraan di lokasi yang telah ditetapkan.

"Parkir sendiri di sana pakai ID jadi nanti semua harus membawa ID," pungkas dia.

Ketua Panitia IMF-World Bank Annual Meeting Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pengelolaan parkir untuk delegasi dan peserta IMF-WB akan dilakukan secara profesional. Dengan begitu, momen pertemuan bergengsi tingkat dunia ini tidak dapat dimanfaatkan sejumlah pihak untuk kepentingan pribadi.

"Sudah dibereskan, jangan ada yang aneh-aneh, semua untuk kepentingan nasional, kantung kiri dan kantung kanan jangan aneh-aneh," tegas Luhut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 20 ribu delegasi yang bakal hadir terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor privat, NGOs, akademisi, dan media akan hadir dan memeriahkan pertemuan tahunan tersebut.

Sementara 189 negara anggota IMF meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Inggris Raya, Uni Eropa, Mesir, India, Pakistan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Australia, Lebanon, Turki, Somalia, Pantai Gading Kamerun, Kenya, Uni Emirat Arab, Yordania, Israel, Mongolia, Vanuatu, dan lainnya.

Adapun pertemuan tersebut terdiri dari beberapa agenda yang meliputi IMF-WB Plenary Session, International Monetary and Financial Committee (IMFC) Meeting, World Bank Development Committee, Pertemuan Grup Kerjasama Ekonomi Lainnya (G-20, G-24, MENA, Commonwealth, BRICS, IIF, WEF), Pertemuan Sektor Perbankan dan Riil Lainnya, Seminar dan International Conference serta Konferensi Pers.

 


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA