Kontraktor Lokal Harus Lebih Dilibatkan dalam Reklamasi Pertambangan

Angga Bratadharma    •    Selasa, 13 Oct 2015 21:14 WIB
pertambangan dan energi
Kontraktor Lokal Harus Lebih Dilibatkan dalam Reklamasi Pertambangan
llustrasi. ANT/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Reklamasi Mineral dan Energi Indonesia (ARMI) menilai kegiatan eksplorasi kekayaan alam harus berkontribusi pada pelestarian kondisi lingkungan ke arah yang lebih baik untuk generasi selanjutnya. Pasalnya, pasca kegiatan pertambangan seringkali meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan.

Tak hanya itu, ARMI juga menilai keterlibatan kontraktor lokal dalam reklamasi areal pertambangan harus lebih ditingkatkan. Intinya semua kegiatan pertambangan mineral dan energi harus sesuai dengan norma serta tata kelola berkelanjutan baik sebelum, sedang dan pasca operasi.

"Misi kami adalah melakukan reka ulang data kualitas lingkungan di area pertambangan, tak terkecuali minerba dan kami akan upayakan agar reklamasi lingkungan di bidang pertambangan minerba 100 persen konten lokal," ungkap Ketua ARMI Riza Suarga, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Dia mengatakan, penggunaan kontraktor dalam negeri dapat juga meningkatkan kandungan lokal. Menurutnya, anggaran reklamasi lumayan besar, jadi jika banyak kandungan dalam negeri yang dipakai, otomatis bakal mengembangkan perekonomian lokal.

"Kandungan lokal harus lebih banyak diberdayakan. Biaya reklamasi migas di darat lebih murah berkisar USD500 ribu, sementara di laut itu tergantung kedalamannya rata-rata sekitar USD2 juta per sumur, kalau mineral lebih murah lagi," ungkap Riza.

Dia juga mengatakan untuk mendorong penggunaan kontraktor reklamasi dalam negeri, ARMI bersama Badan Standarisiasi Nasional (BSN) akan menetapkan standar sertifikasi kontraktor. "Kami bekerja sama dengan BSN untuk menetapkan standar sertifikasi bagi kontraktor menutup reklamasi juga kontraktor mumpuni secara kearifan lokal," pungkasnya.


(ABD)