IOI Tingkatkan Kapasitas SDM dan Kembangkan Kendaraan Pedesaan

Husen Miftahudin    •    Rabu, 30 Nov 2016 06:17 WIB
kementerian perindustrian
IOI Tingkatkan Kapasitas SDM dan Kembangkan Kendaraan Pedesaan
Event Otomotif. MI/RAMDANI..

Metrotvnews.com, Jakarta: Institut Otomotif Indonesia (IOI) menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) serta 22 perguruan tinggi dalam penguatan industri kecil menengah (IKM) otomotif, peningkatan kapasitas SDM industri otomotif serta pengembangan kendaraan pedesaan.

Presiden IOI, I Made Dana M. Tangkas mengatakan pihaknya memiliki peran mensinergikan dan mengoptimalkan peran sejumlah lembaga yang telah ada di Indonesia untuk memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.

"Negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia telah memiliki institut otomotif, Indonesia tidak boleh ketinggalan. Kami memiliki tiga tugas utama, pertama sertifikasi kompetensi, kemudian pengembangan IKM dan kendaraan pedesaan," ujar Made dalam FGD Pengembangan IKM, Pendidikan Tinggi Vokasi dan Kendaraan Pedesaan Indonesia Menuju Industri Nasional yang Maju dan Mandiri di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 1,3 juta tenaga kerja industri kendaraan roda empat Indonesia belum tersertifikasi. Padahal, seiring dengan prospek dan pertumbuhan industri otomotif Indonesia di masa yang akan datang, dibutuhkan banyak tenaga kerja di sektor otomotif.

Sertifikasi SDM, ujarnya, memiliki peran vital dalam melindungi tenaga kerja industri otomotif nasional di era globalisasi saat ini. Bahkan tidak menutup kemungkinan tenaga-tenaga ahli Indonesia yang telah tersertifikasi, kelak akan berkarir di luar negeri.

Dalam program pengembangan IKM, saat ini, IOI sedang menyusun program untuk membina sejumlah industri komponen di Ceper dan Tegal, Jawa Tengah. Melalui peningkatan kapasitas IKM ini, diharapkan produk yang dihasilkan lebih berdaya saing di pasar otomotif nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan konsep pendidikan vokasi pada Politeknik dan Akademi Komunitas di Kawasan Industri dan wilayah pusat pertumbuhan industri (WPPI) sepenuhnya berbasis kompetensi dengan keterlibatan yang intensif dari industri.

"Mulai dari identifikasi program studi, penyusunan kurikulum sesuai kebutuhan industri, praktek kerja dan pemagangan industri, hingga penempatan dengan ikatan kerja pada perusahaan industri. Politeknik dan Akademi Komunitas ini mengadopsi lebih kurang 80-90 persen konsep pendidikan dual system dari Jerman dengan pembelajaran menggunakan block system," tutup Airlangga.


(SAW)

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif
Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Diatur

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif

46 minutes Ago

Seharusnya Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi masyarakat karena sudah membantu menjal…

BERITA LAINNYA