Dihentikan OJK, KSP Pandawa Mandiri Group: Tak ada yang Merasa Ditipu

Arif Wicaksono    •    Senin, 28 Nov 2016 18:03 WIB
pandawa group
Dihentikan OJK, KSP Pandawa Mandiri Group: Tak ada yang Merasa Ditipu
ilustrasi OJK. Ant/Fanny.

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan empat keputusan hasil rapat yang sudah dipublikasikan ke media, pihak Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group dan pengurusnya semakin fokus melakukan pembenahan.

Pihak KSP Pandawa Grup melalui kuasa hukumnya, Andi Daeng (27) menegaskan bahwa tidak ada satu pun anggotanya yang dirugikan dengan sistem yang dilakukan selama bertahun-tahun. Andi Daeng menyebutkan bahwa kapasitas OJK sudah benar dalam fungsi memperingatkan masyarakat dan juga pengelola usaha yang dijalankan ini.

Namun, ia juga menegaskan, sejak berdirinya KSP Pandawa Mandiri Group hingga saat ini, tidak pernah ada seorang pun yang komplain atau merasa ditipu sehingga melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian.

"Jika berdasarkan informasi memang dengan mencuatnya kasus ini ada beberapa orang yang menarik modal mereka di KSP Pandawa Mandiri Group, itu pun diberikan tidak ditahan-tahan. Sebelumnya juga memang pernah ada informasi ada orang yang melaporkan kepada pihak kepolisian karena benefitnya atau bagi hasilnya yang tidak dikirim, saat itu pengelola langsung mendatangi dan dicek orangnya, dan ternyata memang tidak ada laporan pengaduan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (28/11/2016).  

Sebelum munculnya kasus ini, KSP Pandawa Mandiri Group sudah melakukan komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Koperasi dan Otoritas jasa Keuangan (OJK), melalui satgasnya pun mau datang menemui mereka. Beberapa kali pertemuan sempat dibatalkan, dan puncaknya saat usai melakukan pertemuan dengan Kemenkop dan OJK beberapa hari ke belakang juga mau melaksanakan konferensi pers namun tidak jadi.

"Kondisinya saat ini, bahkan sebelum munculnya hal ini KSP Pandawa Mandiri Group sudah melakukan pembenahan dan hingga saat ini terus melakukan pembenahan. Salah satu contohnya adalah dari pihak Kemenkop melakukan pendampingan dan selama beberapa bulan ke belakang, pengurus pun dilatih tentang tata cara kelola koperasi bagaimana, dan nanti pun akan meminta OJK untuk membina dan memberikan pelatihan agar kedepannya lebih faham terkait aturan OJK sehingga langkahnya semakin jelas, karena secara estafet pembenahan ini dilakukan,” jelas dia.

Di luar pemasalahan yang tengah dialami KSP Pandawa Mandiri Group, ia pun menyebutkan bukan tidak mungkin sebetulnya masalah itu muncul dari nama yang sama namun berbeda. Hal ini dikarenakan karena sebelum menjadi anggota pernah mencari informasi di internet dengan kata kunci Pandawa.

"Jadi nama Pandawa ini juga banyak dan tidak sedikit di antaranya memang memiliki masalah, bahkan orang Kemenkop pun pernah masuk ke website palsu Pandawa karena waktu itu memang pihak KSP memang belum mempunyai website resmi, dan ini akhirnya sudah dikonfirmasi. Sekarang memang KSP Pandawa Mandiri Group sudah memiliki website resmi tapi pengelolaannya belum maksimal barangkali," ucapnya.

Dia mengklaim, KSP Pandawa Mandiri Group terus melakukan pembinaaan agar kegiatan dan usaha bisa terus berkembang. Prinsip pendirinya sendiri, Nuryanto tidak hanya mengambil keuntungan secara pribadi untuknya saja, namun juga membagikan kepada anggota atau penitip modal.




“Dia selalu bicara tentang prinsip piramida terbalik di mana yang di atas adalah anggotanya, jadi bukan membuat beliau di puncak kesejahteraan namun niatnya adalah mensejahterakan rakyat yang dalam hal ini anggota KSP Pandawa Mandiri Group. Saya berharap agar masyarakat tetap mendukung dan tidak dalam posisi pro atau kontra, nanti kita lihat deh bagaimana usaha ini bisa berkembang dan membantu masyarakat,” jelasnya.

Andi Daeng juga mengaku jika selama ini pihaknya tahu akan informasi yang kurang tepat dan terkesan di pelintir terkait pemberitaan di beberapa media. Namun ia mengaku jika pihaknya tidak terlalu menanggapi namun mengambil positifnya saja dan fokus kearah pembenahan dan perbaikan sesuai arahan positif dari pimpinannya, Nuryanto.

"Beberapa hari kemarin seluruh anggota dan para leader dikumpulkan untuk mendapatkan sosialisasi akan hasil rapat pengurusnya. Di sana disampaikan apa saja yang kurang lalu harus dibenahi dan diperbaiki, juga terkait pembenahan agar sesuai regulasi, namun untuk bisa sampai sampai pada tujuan yang diinginkan dan dinyatakan benar tetaplah butuh waktu untuk berproses ke arah yang diinginkan serta penahapan pembenahan itu terus dilakukan," pungkas dia. 


(SAW)