BCA tak Terdampak Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 08 Mar 2018 19:33 WIB
bca
BCA tak Terdampak Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS
BCA. Dok : BCA.

Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mengaku pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak terlalu berdampak pada mereka. Sejauh ini penguatan mata uang dolar AS tidak memberikan tekanan terhadap BCA, karena perseroan mengambil posisi tengah dalam mengelola dolar AS.

"Kalau bank konservatif, kita selalu ambil posisi square, enggak short atau long dolar AS dalam DPK, harusnya enggak ada gejolak. Kecuali bank ambil posisi dolar AS terlalu besar atau sebaliknya," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 8 Maret 2018.

Dilansir Bloomberg, mata uang rupiah melemah 56 poin dengan berada Rp13.816 per USD. Kemudian Yahoo Indonesia melansir mata uang rupiah melemah 18 poin dengan berada pada Rp13.780 per USD. Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah jatuh tujuh poin dengan berada pada Rp13.774 per USD.

Dirinya menambahkan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS memang mempengaruhi nasabah bank yang fokus pada bisnis ekspor impor. Namun adanya fasilitas lindung nilai (hedging) dari BI bisa memberi ketenangan ketika rupiah sedang jatuh.

"Itu pengaruhi nasabah, eksportir mungkin akan lebih banyak terima rupiah harga lebih murah, importir cost naik akan pengaruh ke masing-masing. Kalau enggak di-hedging akan ada risiko kalo rupiah melemah. Dari yang lalu BI-OJK selalu anjurkan korporasi selalu hedge," lanjut dia.

Lebih lanjut, Jahja mengakui melemahnya mata uang rupiah tak lepas dari faktor eksternal yang terjadi di AS. Tak hanya kebijakan pemerintah AS yang membuat gejolak, namun rencana kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, the Fed, juga memberi tekanan terhadap seluruh mata uang dunia.

"Ekspektasi the Fed naikkan bunga sekitar empat kali (tahun ini). Tahun depan banyak yang katakan empat kali, dua kali, yang jelas enggak ada yang katakan turun. Tinggal bagaimana rupiah menyesuaikan dengan (kondisi) di luar," pungkasnya.


(SAW)