BI Ingin Pembayaran Lintas Negara Saling Menguntungkan

Eko Nordiansyah    •    Senin, 12 Mar 2018 17:00 WIB
bank indonesiaekonomi indonesiaekonomi daerah
BI Ingin Pembayaran Lintas Negara Saling Menguntungkan
Bank Indonesia. Dok: MI.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menekankan pembayaran lintas negara (cross border payment) bisa saling menguntungkan dengan mempertimbangkan azas resiprokal atau timbal balik. Upaya ini dimaksudkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar karena besarnya potensi yang dimiliki.

"Potensi masyarakat di payment system itu besar. Kalau yang paling besar, maka kita jadi potencial market," kata  Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) BI Pungky Purnomo Wibowo di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.

Dirinya menambahkan, dengan kondisi tersebut maka integritas nasional harus benar-benar dijaga oleh Indonesia. Apalagi Indonesia telah tergabung dalam Working Committee Payment System, yaitu  forum resmi sistem pembayaran untuk negara-negara ASEAN.

"Kalau dengan potensi yang besar itu kan national integrity kita harus benar-benar kita jaga baik. Supaya (perputaran uang dalam sistem pembayaran) untuk Indonesia enggak lari ke pihak lain," jelas dia.

Lebih lanjut, Pungky menyebut, para regulator harusnya memiliki perjanjian agar azas resiprokal bisa diterapkan dalam sistem pembayaran antar negara. Hal yang sama telah dilakukan dalam kerangka ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) sebagai prinsip-prinsip operasional perbankan.

"Kita di antara regulator harus ada perjanjian dulu. Kalau kita buka pasar kita, maka anda juga harus buka pasar anda supaya kita bisa masuk. Kita sedang berjalan ke arah situ, perbankan sudah ada ABIF, kita ingin hal yang sama untuk fintech," pungkasnya.


(SAW)