Porsi Produk UKM Sedikit di Marketplace, Kadin: Perlu Insentif Khusus

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 02 Feb 2018 18:51 WIB
ukme-commerce
Porsi Produk UKM Sedikit di <i>Marketplace</i>, Kadin: Perlu Insentif Khusus
Ketua Kadin Rosan P Roeslani. (FOTO: medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemerintah harus mulai memperhatikan dan fokus terhadap kondisi pasar perdagangan dengan sistem daring atau online.

Ketua Kadin Rosan P Roeslani mengatakan hal tersebut lantaran posisi produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terus tertekan dengan barang-barang luar negeri.

Saat ini berdasarkan data Asosiasi e-Commerce Indonesia (iDEA) produk UMKM hanya enam sampai tujuh persen dari seluruh produk yang ada di beberapa marketplace. Sementara untuk produk luar negeri membanjiri hingga 93 persen.

"Ini cukup riskan. Ini harus ada tindakan menyeluruh dan komprehensif dari pemerintah, dunia usaha, jangan sampai keberadaan e-commerce secara tidak langsung memasarkan atau mempromosikan produk luar negeri," kata Rosan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018.

Menurutnya, keberadaan produk UMKM yang masih kecil ini membutuhkan perhatian khusus. Ia menuturkan salah satu cara untuk meningkatkan produk UMKM dan bisa dipasarkan masif secara online adalah dengan memberikan insentif perpajakan.

Kadin mengusulkan pajak untuk UMKM lokal lebih rendah. Rosan mengatakan demikian karena mempertimbangkan UMKM menyerap tenaga kerja di Indonesia.

"Tapi mari kita berikan insentif yang lain, you jual UMKM lokal, pajaknya jauh lebih rendah. (Besaran pajaknya) Kalau saya lihatnya seminim mungkin," imbuh dia.

Begitu juga untuk pajak UMKM di marketplace. Kadin melihat UMKM sebaiknya untuk saat ini tidak dikenakan pajak karena keberadaannya juga yang masih sedikit.

"Saya juga melihat di market online ini bagaimana kalau mereka diberikan insentif. Jual produk Indonesia, kalau perlu tidak usah bayar deh. Porsinya cuma 6-7 persen juga kok. Tidak usah bayar pajak dulu karena kecil," pungkas dia.

 


(AHL)