BI NTB Awasi 41 Perusahaan Penukaran Uang

   •    Jumat, 06 Oct 2017 15:02 WIB
bank indonesiapenukaran uang
BI NTB Awasi 41 Perusahaan Penukaran Uang
Ilustrasi (MI/ADAM DWI)

Metrotvnews.com, Mataram: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengawasi sebanyak 41 perusahaan penukaran uang atau money changer yang telah ditutup karena tidak mengurus izin. BI terus berupaya menjaga agar masyarakat tidak merasa dirugikan oleh lembaga jasa keuangan di Indonesia.

"Seluruh perusahaan yang melakukan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) secara ilegal tersebut sudah kami tutup sejak September 2017," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Prijono, seperti dikutip dari Antara, di Mataram, Jumat 6 Oktober 2017.

Ia mengatakan penertiban KUPVA BB tidak berizin tersebut dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank. BI selaku Lembaga Pengawas dan Pengatur (LPP) KUPVA BB, melakukan penertiban bekerja sama dengan Kepolisian Daerah NTB dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja dan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Lombok Utara, Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Lombok Timur dan Badan PMPTSP Kabupaten Lombok Tengah.

Prijono menambahkan terhadap seluruh pelaku usaha penukaran uang tanpa izin yang terkena tindakan penertiban maka telah ditempelkan stiker penertiban sampai dengan yang bersangkutan memperoleh izin usaha KUPVA dari BI.

"Kami akan terus mengawasi sampai pemenuhan komitmen dari pihak-pihak tersebut. Perusahaan yang ditertibkan juga dilarang keras untuk merusak, melepas atau memindahkan stiker penertiban dimaksud. Kalau merusak bisa dipidana sesuai Pasal 232 KUHP," pungkasnya.


(ABD)