Tudingan Monopoli Mengarah ke Persekusi BUMN

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 07 Oct 2017 13:11 WIB
bumnkementerian bumn
Tudingan Monopoli Mengarah ke Persekusi BUMN
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Sesmen BUMN) Said Didu (kedua dari kiri). (Foto: MTVN/Suci Sedya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Sesmen BUMN) Said Didu menilai tudingan monopoli bisnis yang dilakukan oleh BUMN mengarah pada persekusi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi diartikan sebagai kegiatan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Dalam kaitannya dengan tudingan ini maka ada aksi untuk menumpas BUMN.

"Saya tahu persis bagaimana orang menggerogoti BUMN selama ini. Saya kira ada langkah sistemik yang jika dibiarkan akan menjadikan persekusi terhadap BUMN," kata Said dalam sebuah diskusi bertajuk monopoli BUMN, di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Oktober 2017.

Said mengatakan hal itu dilihat dari awalnya Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan yang mengusulkan pada Presiden Joko Widodo untuk mengurangi dominasi BUMN dan menjualnya sebagian karena dinilai jumlahnya sudah banyak. Setelah itu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan hal yang sama terkait dominasi BUMN.

"Jadi saya enggak tahu siapa yang membisiki siapa. Tapi presiden seakan-akan memberikan lampu hijau. Ini ada apa di negara ini. Kok kaya begini, sistemik sekali," ujar dia

Lebih jauh dirinya berharap agar dinamika usaha tersebut jangan sampai berkembang menjadi persekusi radikal untuk mematikan BUMN.

 


(AHL)