Perlu Sinergi agar Sergab Sesuai Target

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 15 Feb 2018 12:09 WIB
berita kementan
Perlu Sinergi agar Sergab Sesuai Target
(Foto:Antara/Adi Kristiadi)

Bandung: Kepala Dinas Pertanian Jawa Barat, Hendi Jatnika mengatakan produksi gabah pada Februari 2018, mencapai 1,27 juta ton dari luas panen 230.835 hektare (ha). 

Ada pun target serapan gabah (sergab) harian sebanyak 7.000 ton GKP, dengan harga beli di lapangan berkisar Rp4.200 per kg.

Hendi Jatnika optimistis target tersebut bisa dicapai karena saat ini puncak panen padi di Provinsi Jawa Barat berlangsung mulai Februari hingga April 2018. Apalagi kini sergab memiliki mekanisme baru, yaitu Bulog bermitra dengan TNI dan BRI, bukan lagi pihak swasta.

"TNI turun beli langsung gabah ke petani dengan harga yang fleksibel,” ujar Hendi dalam siaran persnya.

Terdapat beberapa cara agar sergab sesuai target. Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Sumardjo Gatot Irianto, pertama, Dinas Pertanian harus menginformasikan posisi combine harvester, dryer atau penggilingan kepada Dandim. 

Kedua, Dandim harus memastikan data terkait peta daerah panen khususnya harga di bawah Rp4.200 per kg, alat mesin Pengering atau penggilingan, combine harvester bantuan Kementan diorganisir menjadi brigade panen.

“Para Dandim pun harus mendata ketersediaan gudang gudang di semua kabupaten,” kata Gatot.

Ketiga, lanjut Gatot, harus sesuai berdasarkan kebutuhan Sergap (peta potensi panen) Kasubdivre Bulog setempat agar mengeluarkan SPK kepada Dandim sebagai mitra Bulog untuk mengambil pinjaman ke BRI. “Kemudian, gabah dikeringkan, digiling dan dijual ke Bulog dan Bulog membayar sesuai dengan kuantum dan jenis besarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Aster Kasad, Brigjen TNI Dudung Abdurachman meminta para Dandim untuk melaksanakan Sergap seoptimal mungkin dengan memperhatikan betul kualitas gabah sehingga Bulog memperoleh beras yang bagus khususnya atau tahan lama disimpan.

“Bulog tidak bisa menerima beras begitu saja karena resikonya kualitas. Jadi kadar air harus diperhatikan. Ini sering terjadi pada mitra-mitra yang tidak perhatikan kadar air,” tegasnya.

Kasdam III/Siliwangi, Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring menekankan masalah beras sangat strategis karena apabila pangan kekurangan, manusia bisa melakukan apa saja. Karena itu, Dandim di masing-masing kabupaten bisa melakukan sergab mencapai target.

“Kami mengimbau para tengkulak agar tidak bermain. Kami minta kepada para Dandim, kelola uang sergab dengan sebenarnya. Kita sudah diberikan semuanya, sergab harus optimal sehingga beras luar tidak ada ruang masuk. Ini harus kita sadari bersama,” tuturnya.

Terkait hal ini, Kepala Divisi Regional Bulog Jawa Barat, Mamat mengungkapkan, pihak Bulog memang diberi tugas melakukan sergab secara optimal. 

“Tidak ada lagi keraguan bagi kita untuk tidak menyerap gabah petani karena aturan main sudah jelas, salah satunya yang disepakati dalam Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta,” ucap Mamat.


(ROS)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA