REI Garap Perumahan Bagi Pensiunan ASN

   •    Senin, 12 Feb 2018 21:07 WIB
perumahan
REI Garap Perumahan Bagi Pensiunan ASN
KPR (ANT/FB Anggoro).

Jakarta: Persatuan Perusahaan Real estate Indonesia (REI) menggarap perumahan bagi pensiunan aparatur sipil negara (ASN), yang belum memiliki rumah dengan dukungan PT Taspen (Persero) dan pembiayaan Bank BTN dan PT Bank Mandiri Taspen.

"Pengembang anggota REI tidak akan menolak calon konsumen yang usianya sudah memasuki pensiun atau sudah pensiun sekalipun, asalkan sudah mengantongi rekomendasi dari PT Taspen dan pembiayaan didukung BTN atau pun Bank Mandiri Taspen," kata Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata dikutip dari Antara, Senin, 12 Februari 2018.

Menurut Eman, sapaan akrab Ketua Umum DPP REI, pengadaan hunian bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah perlu karena mereka sebagai warga negara berhak memiliki pemukiman yang layak.  "Masyarakat Indonesia, walaupun sudah memasuki usia pensiun, tetap memiliki hak yang sama dalam bermukim. Sama-sama berhak untuk punya rumah," tegasnya.

DPP REI mencanangkan pembangunan rumah pada 2018 sebanyak 250 ribu unit rumah bersubsidi dan 200 ribu unit rumah nonsubsidi, sedangkan realisasi pembangunan perumahan bersubsidi pada 2017 mencapai 216 ribu unit rumah.

Selain dengan Taspen, DPP REI juga telah bekerja sama dengan Korpri untuk penyediaan rumah bagi prajurit TNI dan Polri melalui MoU bersama Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP).

Sementara itu, Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan, skema kredit khusus diberikan kepada peserta Taspen yang masih aktif, menjelang pensiun atau sudah masuk masa pensiun. Selama ini para pensiunan tak dapat mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah) karena terbentur aturan batas usia.

Skema ini memungkinkan masa angsuran yang panjang hingga nasabah berusia 70 tahun, sehingga peserta Taspen bisa diringankan dalam membayar uang muka atau cicilan.

"Taspen menerapkan mekanisme repayment capacity yang lebih longgar dimana pensiunan Rp4,5 juta per bulan diperkenankan untuk memiliki angsuran KPR hingga maksimal Rp3 juta karena dia sudah pensiun," jelas Iqbal.

Dirut BTN Maryono mengharapkan kerja sama ini jangka panjang karena pendanaannya juga bersifat jangka panjang.

"Kami menargetkan dengan kerja sama ini bisa pertumbuhan kredit BTN hingga 30 persen dari total KPR yang disalurkan," kata Maryono.

Menurut Maryono, saat ini tercatat sebanyak 6,7 juta peserta Taspen dimana sebagian diantaranya sudah menjadi nasabah di BTN.

"Kalau rata-rata peserta Taspen menabung di BTN minimal Rp1 juta per orang, maka bisa terjaring dana masyarakat hingga Rp670 miliar. Jumlah itu bisa menambah dana murah sehingga menambah cost of fund BTN secara keseluruhan," ujar Maryono.



(SAW)