Bangun Kedaulatan Pangan, Kementan Gaet PBNU

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 02 Dec 2017 12:27 WIB
kedaulatan pangan
Bangun Kedaulatan Pangan, Kementan Gaet PBNU
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj dan Mentan Andi Amran Sulaiman. (FOTO: dokumentasi Kementan)

Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengapresiasi langkah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang membangun kerja sama dengan PBNU guna membangun kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteran petani.

Tujuan kerja sama ini agar program Kementan melalui PBNU dapat meningkatkan ekonomi petani, khususnya warga NU. Menurut Said, petani yang berada di pedesaan identik dengan kondisi yang memprihatinkan.

"Petani NU di Jawa masih panas-panasan kerja di sawah. Kondisi mereka tentu masih memprihatinkan. Hasil dari bertani hanya bisa untuk makan sehari-hari. Tapi, terima kasih buat Pak Mentan ini. Sejak zaman beliau, ada perubahan," ungkap Said, seperti dikutip dalam keterangan tertulis yang dirilis Kementerian Pertanian, Sabtu, 2 Desember 2017.

Kementan memberikan bantuan kepada PBNU dengan nilai mencapai Rp200 miliar. Bantuan tersebut berupa dua unit ekskavator, dua unit traktor roda empat, 10 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air.

Di 2018, bantuan pupuk beserta benih untuk jagung seluas 100 ribu ha dan kedelai 10 ribu ha yang fokus pada 9 kabupaten. Yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Muko-muko, Rejanglebong, Pasir Panajam, Ogan Komering Ilir, dan Kepahiang.

Menurut Amran, kerja sama dengan PBNU sangat penting dan strategis guna membangun pertanian sampai di daerah pedesaan dan perbatasan. Pasalnya, warga NU memiliki jaringan sampai pelosok negeri. Apalagi, mayoritas warga NU merupakan petani.

"Keanggotaan NU sekitar 91 juta orang, 80 persennya adalah petani," tambah Amran.

Kerja Kementan dan NU telah terbukti memberikan hasil. Sebelumnya Kementan telah memberikan bantuan untuk penanaman jagung 20 ribu hektare di Bengkulu.

"Hasilnya memuaskan. Atas dasar ini, kami lanjutkan kerja sama. Kami puas dengan PBNU," pungkas Amran.

 


(AHL)