15 Kontraktor Lirik Bangun Jalintim Sumsel

Fauzan Hilal    •    Kamis, 05 Jul 2018 22:20 WIB
jalan tol
15 Kontraktor Lirik Bangun Jalintim Sumsel
Jalan tol trans jawa. ANT.Rekotomo.

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melelang proyek Jalan Lintas Timur (Jalintim) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sepanjang 30 km dengan nilai proyek sebesar Rp2,207 triliun. Proyek ini akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra mengungkapkan pengumuman lelang akan dilakukan pada Jumat, 6 Juli 2018, Rachman mengatakan proyek jalan non-tol ini banyak diminati. Pada Konfirmasi Minat Pasar yang dilakukan Senin, 2 Juli lalu sebanyak 15 perusahaan menyatakan minatnya mengikuti lelang. Sebanyak 15 perusahaan itu sebanyak 14 kontraktor dalam negeri dan satu kontraktor asing.

Mereka adalah PTPP, Equis, PT Istaka Karya, PT Acset Indonesia, PT Prambanan Dwipaka, PT Sumber Mitrajaya, PT Semesta Energi Services, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PT Pama Persada Nusantara, PT Nindya Karya, PT Brantas Abipraya, PT Waskita Karya, dan PT Wijaya Karya. Sedangkan kontraktor asing yakni HCM Engineering. Secara umum, semua perusahaan yang hadir mendukung kegiatan ini.

"Dari 16 perusahaan yang mengisi kuesioner, 15 perusahaan menyatakan berminat dengan proyek ini," kata Rahman dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Juli 2018.

Ia melanjutkan pada kegiatan Konfirmasi Minat Pasar itu salah satu masukan dari peserta yang hadir dalam acara itu ialah terkait financial close yang diminta untuk diperpanjang jangka waktunya dari yang awalnya tiga bulan menjadi enam bulan.

Rahman optimistis dengan banyaknya calon investor yang tertarik proyek ini bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan yakni Maret 2019. "Target kontrak diperkirakan berubah ke akhir 2018, tetapi masa kontruksinya masih bisa berjalan di Maret 2019," tegasnya.

Proyek Jalintim tersebut nantinya memiliki masa konsesi 15 tahun termasuk dua tahun masa konstruksi. Setelah pelaksanaan preservasi dan pemeliharaan dilakukan oleh pemenang proyek selama 15 tahun, nantinya proyek tersebut akan kembali diserahkan ke pemerintah, dalam hal ini Kementerian PUPR.


(SAW)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

7 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA