Indonesia Punya Kesempatan Ekspor Tanpa Pajak di Australia

Ilham wibowo    •    Jumat, 07 Sep 2018 15:52 WIB
eksporindonesia-australia
Indonesia Punya Kesempatan Ekspor Tanpa Pajak di Australia
Ilustrasi kegiatan ekspor impor. (FOTO: MI/Pius)

Jakarta: Pemerintah Australia bakal menjalankan komitmennya dalam memberikan tarif bea masuk nol persen kepada produk asal Indonesia. Peningkatan perdagangan dua negara ini ditandai dengan hadirnya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

"Ada sekitar kurang lebih 7.000 pos tarif (bea masu produk Indonesia) yang mendapatkan nol persen," ujar Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 7 September 2018.

Menurut Made, tidak semua barang yang berasal dari Australia dibebaskan bea masuknya oleh Indonesia. Meski demikian, pihak Australia tetap berkomitmen lantaran telah mendapatkan manfaat keuntungan yang sama besar dari kesepakatan yang dilakukan. "Kalau dari sana, produk Australia hanya sekitar 90 persen, tidak semuanya," ucapnya.

Produk Tanah Air yang dinilai berpotensi untuk ditingkatkan ekspornya ke Australia seperti produk otomotif. Kemudahan ekspor diberikan untuk mobil listrik dan hybrid lantaran Australia telah menghentikan seluruh pabrik mobilnya.

"Otomotif di mobil elektrik, Hanya Indonesia yang dapat ekspor ke Australia. Kita perlu manfaatkan potensi yang baik ini jadi andalan untuk ekspor," tuturnya.

Baca: Toyota Indonesia Sukses Ekspor Sejuta Unit Mobil

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iman Pambagyo menambahkan, tekstil dan produk tekstil (TPT) dari Indonesia juga mendapat porsi yang sama untuk bisa masuk ke Negeri Kangguru. Pembebasan tarif ini pun diyakini meningkatkan daya saing dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang sebelumnya sudah mendapatkan pembebasan tarif.

Kemudian, bea masuk produk herbisida dan pestisida juga unga telah diturunkan menjadi nol persen dari sebelumnya lima persen. Kondisi ini dinilai potensial untuk berkompetisi kembali dengan produsen dari Malaysia dan Tiongkok.

"Ada produk elektronik, permesinan, karet dan turunannya, kayu dan turunannya, kopi, cokelat, dan kertas. Produk-produk ini sudah mendapatkan preferensi tarif bea masuk nol persen dari Australia, namun dapat lebih ditingkatkan ekspornya melalui konsep 'economic powerhouse'," ungkapnya.

Economic Powerhouse dinilai merupakan kolaborasi kekuatan ekonomi untuk mendorong produktivitas produk industri dan pertanian, serta meningkatkan ekspor ke pasar ketiga. Melalui IA-CEPA, kedua negara juga dapat berkontribusi lebih besar pada rantai pasok global untuk memasok kebutuhan global.

"Investor Australia diharapkan akan mendapatkan kemudahan untuk berinvestasi di sektor jasa keuangan, agribisnis, pariwisata, pertambangan, rumah sakit, infrastruktur dan pendidikan. Namun demikian, untuk sektor-sektor strategis, Indonesia tetap memiliki kontrol atas jumlah investasi asing yang masuk melalui peraturan terkait daftar negatif investasi," tandasnya.

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA