Jumlah Unicorn Indonesia tak Kalah dengan Uni Eropa

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 24 Jul 2018 13:11 WIB
startupekonomi digital
Jumlah <i>Unicorn</i> Indonesia tak Kalah dengan Uni Eropa
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T Lembong. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Industri ekonomi digital di Indonesia terus berkembang. Hal itu terlihat dari jumlah perusahaan unicorn Indonesia yang ternyata tak kalah banyak dengan Uni Eropa.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T Lembong menuturkan sektor digital dalam empat tahun terakhir mendadak meningkat.

Saat ini tercatat, aliran dana yang masuk di sektor ini mencapai USD2 miliar sampai USD3 miliar per tahun. Bahkan berdasarkan catatan BKPM, 30-40 persen dari total Foreign Direct Investment (FDI) berasal dari sektor industri digital.

"Empat tahun yang lalu inflow ke sektor ini boleh dibilang hampir nol. Sekarang estimasi pribadi saya inflow ke sektor ini mencapai USD2 miliar sampai USD3 miliar per tahun atau Rp30 triliun sampai Rp40 triliun per tahun," kata Thomas di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018.

Saking berkembang pesat, Thomas juga mengatakan jumlah perusahaan unicorn di Indonesia tidak kalah dengan di Uni Eropa. Masing-masing berjumlah empat.

"Di seluruh Uni Eropa juga ada empat unicorn. Jadi di Indonesia kita punya jumlah unicorn yang sama seperti dimiliki oleh totalitas Uni Eropa," ucap Thomas.

Menurutnya capaian ini karena generasi muda Indonesia sangat kreatif dan dapat memanfaatkan teknologi. Kehandalan generasi muda Indonesia dalam memegang gadget dan memanfaatkan teknologi tidak kalah dengan negara-negara lain.

"Jadi ini memperlihatkan betapa bakat kira terutama kalangan muda untuk bergerak di dalam bidang ini. Jdi ini cocok banget untuk masyarakat kita yang ternyata sangat suka fasih atau nyaman dengan gadget. Kalangan muda yang sangat kreatif yang juga sangat teknologi," tutur Thomas.

Seperti diketahui, berdasarkan data BKPM beberapa perusahaan unicorn yang memiliki valuasi perusahaan di atas USD1 miliar di antaranya Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka.

 


(AHL)