Ketua Kadin Yakin Bunga Acuan BI Naik

   •    Selasa, 05 Jun 2018 15:03 WIB
suku bungakadin
Ketua Kadin Yakin Bunga Acuan BI Naik
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu

Jakarta: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani meyakini suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) akan naik lagi dalam beberapa bulan mendatang.

"Sudah pasti naik lagi. Semua mendorong untuk suku bunga acuan itu naik lagi. Bentar lagi lima persen, lalu naik jadi 5,25 persen," ujar Rosan saat diskusi publik di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 5 Juni 2018.

Pada Rabu, 30 Mei lalu, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur tambahan, untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Federal Reserve pada 13 Juni 2018.

Sebelumnya, pada pertengahan Mei 2018 lalu BI juga telah menaikkan suku bunga acuan 25 bps dari 4,5 persen menjadi 4,75 persen. Sehingga pada Mei, BI sudah dua kali menaikkan suku bunga acuan.

Rosan mengatakan, dampak dari kenaikan suku bunga acuan bisa meningkatkan biaya produksi. Namun, para pengusaha sudah mengantisipasinya. Ia menekankan pentingnya stabilitas.

"Jadi that's okay selama stabilitas tetap terjaga. Naik turunnya tidak drastis bagi kita, karena dengan itu kita bisa antisipasi dan cari solusi untuk itu," kata Rosan.

Rosan sendiri mengapresiasi kebijakan moneter BI tersebut, namun ia menilai kebijakan tersebut juga harus dibarengi dengan kebijakan fiskal yang mumpuni agar dampaknya optimal.

"BI naikkan suku bunga itu bagus, tapi sifatnya sementara. Kita perlu suatu kebijakan, fiskal terutama, untuk bangun industri yang sehat dan kuat. Itu kunci untuk mempunyai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan optimal," ujar Rosan.

Dengan naiknya suku bunga acuan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam 10 hari terakhir terus mengalami penguatan. Nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp14.200 per USD, kini berada di bawah Rp13.900 per USD. Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Selasa mencapai Rp13.887 per USD, sedikit melemah dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp13.872 per USD.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA