Livestreaming

Masuk Panen Gadu, Bulog Genjot Pengadaan Beras

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 17 Sep 2016 12:28 WIB
beras
Masuk Panen Gadu, Bulog Genjot Pengadaan Beras
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Dedhez Anggara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perum Bulog menggenjot pengadaan gabah atau beras memasuki panen gadu. Kendati panen gadu tidak sebesar panen rendengan, tetapi tahun ini Bulog masih mampu menyerap pengadaan rata-rata 10 ribu ton setara beras per hari. Upaya menggenjot pengadaan tersebut untuk mencukupi kebutuhan stok nasional.

"Saat ini pengadaan Bulog telah mencapai 2,4 juta ton dari target 3,2 juta ton setara beras. Kemampuan penyerapan Bulog itu sangat ditentukan oleh situasi lapangan, terutama harga yang rata-rata baik gabah maupun beras medium saat ini di atas HPP," ucap Direktur Pengadaan Bulog Wahyu dalam siaran persnya kepada Metrotvnews.com, Sabtu (17/9/2016).

Ketua Kelompok Tani, Talang, Arjawinangun, Cirebon, petani sekaligus pemilik penggilingan di Cirebon, Jumangir mengaku, bahwa Bulog baik melalui satgas dan kemitraan proaktif untuk langsung membeli gabah maupun beras dari petani.

Meskipun harga gabah masih tinggi, yakni rata-berada rata di kisaran Rp4.300, tetapi di beberapa titik panen masih terdapat harga gabah atau beras yang di bawah atau sama dengan HPP sehingga masih bisa jual ke Bulog.

Kelompok Tani Karang Asri, Ngawi, Syamsuri menjelaskan Bulog Madiun dimusim gadu ini masih aktif membeli gabah atau beras dari petani baik melalui Satgas  maupun mitra. Terkait gudang Bulog di Cirebon, Jumangir menilai masih cukup karena ada tambahan gudang sewa dan pengiriman beras ke Sumatera Utara. ‎Kendala space Gudang ini di daerah lain juga sudah diatasi baik dengan sewa maupun  mengirimkan beras ke wilayah defisit.

Bulog, dalam satu tahun ini telah memindahkan beras tidak kurang dari 1 juta ton. "Di samping itu kita juga menyewa gudang milik swasta, koperasi, PT SHS dan PT Pertani," tambah Wahyu.

Upaya-upaya yang telah dilakukan Bulog tersebut diharapkan terus  ditingkatkan, sehingga petani senang karena ada yang menjamin pembelian dan harganya. Pekan lalu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melepas beras dari Jawa Tengah ke Kalimantan Tengah sebanyak 3.000 ton dan akan terus berlanjut sampai dengan 12.000 ton.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA