Kepala BKPM: Wanda Group Niat Investasi di Sektor Pariwisata

Husen Miftahudin    •    Rabu, 30 Nov 2016 20:10 WIB
investasi
Kepala BKPM: Wanda Group Niat Investasi di Sektor Pariwisata
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan asal Tiongkok, Wanda Group berminat investasi di Indonesia. Perusahaan asing yang bergerak di bidang properti ini minat untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, minat investasi Wanda Group diutarakan saat acara Forbes Global CEO Conference. Wanda Group berencana membangun resort di daerah-daerah wisata Indonesia dengan skala yang cukup besar.

"Soal Wanda Group minatnya sangat jelas, ada. Chairman Wang Jianlin sangat berminat dan tertarik," ujar Tom dalam media briefing di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Menurut Tom, perusahaan raksasa Wanda Group memang memiliki ketertarikan pada sektor pariwisata. Dalam lini bisnisnya, Wanda Group telah memiliki lebih dari 100 hotel mewah.

"Mereka juga punya wisata taman bermain, lifestyle dan juga shopping mall. Jadi secara umum, (Wanda Group) arahnya ke sana (properti pariwisata)," papar Tom.

Ketertarikan Wanda Group yang mau berinvestasi di Indonesia membuat pemerintah harus sigap. Infrastruktur daerah wisata yang memadai harus segera dibangun pemerintah agar proyek besar yang akan digarap Wanda Group memiliki nilai jual lebih.

"Tantangan kami adalah skalanya Wanda yang biasanya dia tidak tanggung-tanggung. Syaratnya memang harus investasi atau proyek skala besar," ungkap dia. 

Namun sayangnya, Tom enggan menyebut investasi yang akan ditanamkan Wanda Group di Indonesia. 

"Saya tidak mau membocorkan, ini juga baru mulai (pembicaraan)," pungkas Tom.

Sekadar informasi, Wanda Group merupakan salah satu perusahaan yang memiliki tiga lini bisnis, yakni properti, cinema, dan pembiayaan. Pada 2015, total aset Wanda Group sebesar 634 juta yuan atau setara Rp1,2 triliun dengan jumlah pendapatan 290 juta yuan atau Rp570 miliar.



(SAW)