'Menghijaukan' Kembali Jakarta

Angga Bratadharma    •    Sabtu, 15 Oct 2016 11:13 WIB
astra international
'Menghijaukan' Kembali Jakarta
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kota Jakarta, sebagai Ibu Kota Indonesia memiliki kedudukan yang cukup penting. Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat segalanya seperti pusat perdagangan, usaha, ekonomi, pusat dunia kerja, dan lain sebagainya. Namun sayangnya, Jakarta turut menjadi pusat terkumpulnya sampah dari warganya.

Tidak ditampik, persoalan sampah dan kerusakan alam masih menghiasi Indonesia sampai sekarang ini termasuk di Kota Jakarta. Di beberapa tempat, masih sangat banyak sampah yang dibuang sembarangan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab termasuk merusak lingkungan dengan membangun sebuah bangunan di area hijau.

Kondisi itu akhirnya menimbulkan persoalan lain yakni banjir ketika hujan datang dan berbagai macam penyakit yang timbul akibat sampah tersebut. Ironisnya, banyak dari masyarakat yang ikut serta membuang sampah sembarangan justru menyalahkan alam. Padahal, alam bekerja secara seimbang dan manusia itu sendiri yang merusak keseimbangannya.

Mengutip data Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Sabtu 15 Oktober, tercatat DKI Jakarta merupakan kota dengan volume sampah sebesar 6.500-7.000 ton per hari. Volume tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Eropa yang hanya menghasilkan sampah 1.500-2.000 ton per hari. Tentu kondisi ini perlu segera diperbaiki dan menjadi tugas bersama.

Adapun tugas ini bukan hanya pemerintah semata melainkan perlu dibantu oleh masyarakat dan pihak swasta. Jika kesadaran dari semua pihak ada maka bukan tidak mungkin Indonesia dan secara khusus Kota Jakarta akan menjadi wilayah yang asri, bersih, dan sehat seperti yang didambakan oleh semua pihak.

PT Astra International Tbk (ASII) berupaya kembali 'menghijaukan' Jakarta melalui Astra Green Run (AGR) pada 16 Oktober 2016 di Ocean Ecopark Ancol, Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak semua pihak menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta mendukung kampanye ramah lingkungan ke masyarakat luas.

"Demi menghijaukan kembali Indonesia maka tahun ini AGR mengajak ikut lari untuk lingkungan," kata Head of Public Relations Astra International Yulian Warman, seraya menambahkan bahwa kegiatan ini sebelumnya sudah berlangsung di Bali pada 2 Oktober lalu, dengan 1.000 pohon didonasikan untuk ditanam di Hutan Taro, Puakan, Tegallalang, Gianyar.

Menurut rencana, AGR Jakarta 2016 yang diikuti oleh 2.500 pelari akan dibuka oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia Siti Nurbaya, Menteri Pemuda & Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi dan Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto.

Bagi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar utamanya di kota tempat tinggalnya maka tidak ada salahnya mengikuti kegiatan semacam ini. Apalagi, ada beberapa alasan dalam konteks lingkungan untuk masyarakat mengikutinya.

Pertama, setiap pelari yang mendaftar AGR menyumbangkan satu pohon yang akan ditanam oleh Astra, sehingga turut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dan hutan di Indonesia. Kedua, setiap pelari yang membawa 10 botol plastik bekas akan mendapatkan apresiasi sebagai wujud kontribusi pelari AGR dalam mengurangi sampah plastik bekas.

Ketiga, botol plastik bekas yang terkumpul akan diberikan ke bank sampah binaan Astra untuk diolah dan menghasilkan pendapatan bagi warga binaan, sehingga pelari berperan aktif mengurangi limbah sampah plastik, sambil meningkatkan ekonomi warga.

Keempat, melalui AGR 2014 dan 2015, Astra telah menyumbangkan 71.610 botol plastik ke beberapa bank sampah Binaan Astra, yaitu Bank Sampah Karya Peduli di Semper Barat Jakarta Utara, Bank Sampah Rawajati di Jakarta Selatan, Bank Sampah Sanora di Semper Barat, Jakarta Utara.

Kelima, melalui AGR 2014 dan 2015, Astra telah mendonasikan 44.925 pohon dari total 179.625 pohon yang ditanam di Hutan Haroto Pusoko, Astra Forest–kawasan hutan konservasi seluas 200 hektare di Desa Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Terkait persoalan sampah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki fokus tersendiri dengan berupaya menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) yang salah satunya adalah PLTS Benowa di Surabaya, Jawa Timur. Meski tidak ditampik prosesnya masih menunggu kontrak tambahan tenaga listrik dari PT PLN (Persero).

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak menampik pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah mandek. Pasalnya, hal ini masih sekadar wacana. Dia mengaku upaya memanfaatkan sampah menjadi energi listrik ini sejatinya kerap dibahas dalam rapat kabinet. Namun, belum juga terealisasi.

"Ini sudah lima kali dibicarakan di kabinet soal sampah ini, khususnya sampah untuk menjadi listrik. Selama bertahun-tahun lebih banyak ceritanya dari pada pelaksanaannya," kata Kalla,

Terlepas dari itu semua, peran serta semua pihak untuk menyelesaikan persoalan sampah ini menjadi tugas bersama. Adapun jika sampah ini bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat seperti penggunaan ulang limbah untuk kerajinan dan semacamnya akan lebih baik dibandingkan terlihat menumpuk dan menimbulkan berbagai macam penyakit.


(AHL)