Perbankan Dinilai Terlalu Tinggi Ambil Profit

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 14 Sep 2017 10:01 WIB
suku bungarepo
Perbankan Dinilai Terlalu Tinggi Ambil Profit
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution memandang penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang tidak diimbangi dengan laju pertumbuhan kredit akibat perbankan terlalu tinggi mencari profit.

Menurut Darmin, kebijakan bank sentral sudah tepat dengan menurunkan sebanyak tujuh kali suku bunga sejak 2015 demi memberikan stimulus pada ekonomi dengan harapan bisa diikuti penurunan bunga kredit.

"Ini yang dilakukan BI belum tercermin di real tingkat bunga," kata Darmin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 13 September 2017.

Dirinya mengatakan sebenarnya adalah tugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi dan mendorong perbankan agar lebih efisien dan tak mempertahankan profit yang tinggi.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini paham jika ini merupakan dampak dari kredit macet (NPL) sehingga perbankan menutupinya dengan mengambil margin yang besar. Bahkan tahun ini marginya naik dibanding tahun lalu.

"Dua tahun lalu NPL memburuk tapi maunya profitnya tetap tinggi, marginnya dia naikkan sehingga bunga kredit tidak turun. Intinya adalah ada yang harus dikerjakan OJK," jelas Darmin.

 


(AHL)