Isu Lingkungan tak Memengaruhi Permintaan CPO Luar Negeri

Dheri Agriesta    •    Senin, 15 May 2017 18:18 WIB
kelapa sawit
Isu Lingkungan tak Memengaruhi Permintaan CPO Luar Negeri
Kelapa Sawit. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang.

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu lingkungan yang digadangkan negara-negara Eropa dan Amerika terkait kelapa sawit Indonesia tak memengaruhi permintaan. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, permintaan crude palm oil (CPO) malah meningkat.

"Sebenarnya ekspor CPO kita ke Eropa dan Amerika itu meningkat, karena mereka butuh," kata Enggar di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin 15 Mei 2017.

Enggar mengatakan, peningkatan permintaan ekspor bahkan menyentuh angka 15 hingga 20 persen. Bahkan, permintaan terhadap CPO dari Italia termasuk tinggi. Tahun 2016, permintaan ekspor CPO tercatat hingga USD3 triliun. 

Permintaan ekspor CPO hanya turun di dua negara, Tiongkok dan India. Hal itu karena dua negara tersebut memiliki cadangan minyak jenis lain sebagai pengganti CPO. Namun, Enggar yakin penurunan permintaan itu tak akan bertahan lama.

Namun, Enggar tak ingin isu ini terus berlarut. Hal ini akan mengganggu jika terus dibiarkan. Politikus NasDem ini menyebut isu lingkungan ini sebagai kampanye negatif atas sawit. 

"Kalau terus berulang seperti dulu disebutkan mengenai kolesterol dan kemudian kita harus membuktikan dan kita harus bayar mahal untuk membuktikan itu. Kemudian ini sekarang diisukan seperti ini, itu juga dampaknya menjadi tidak baiklah," jelas Enggar.



(SAW)