Pengendalian Inflasi di Sumut Cukup Terjaga

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 15 Jun 2017 14:32 WIB
berita dpr
 Pengendalian Inflasi di Sumut Cukup Terjaga
Anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem Johny G. Plate. Foto: ANT/ Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Kunjungan Spesifik Komisi XI DPR dipimpin Marwan Cik Hasan melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara. Salah satu pembahasan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut yaitu tentang kondisi inflasi menjelang hari raya dan strategi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Anggota Komisi XI dari Fraksi Nasdem Johny G. Plate menyarankan agar Bulog dan Dinas Perdagangan harus memastikan tersedianya supply sesuai dengan kebutuhan konsumennya untuk pengendalian inflasi. Hubungan antara demand dan supply ini penting untuk menjaga agar harga harga tidak naik, sehingga pada gilirannya inflasi bisa ditekan.
 
“Laporan dari TPID Sumatera Utara bahwa memang supply dan demand terjaga dengan baik sehingga inflasi bisa di jaga. Walaupun di tahun 2016 inflasinya agak tinggi, tapi year on year di tahun 2017- Mei ini masih sama," kata Plate.

Dia berharap, Pemda bekerja sama dengan instrumennya untuk menjaga tersedianya kebutuhan pangan menjelang hari raya ini, khususnya dalam jumlah dan harga yang terjangkau masyarakat. Jangan sampai di sisa paruh kedua bulan puasa, harga-harga kebutuhan mengalami lonjakan cukup tinggi akibat kelangkaan kelangkaan komoditas pangan.
 
“Pemda harus berusaha kuat untuk memastikan bahwa di dalam bulan puasa dan menyambut hari raya ini tidak terjadi kenaikan harga yang tidak terduga.” kata Plate menambahkan.
 
Sebelumbya, Kepala Kantor Bank Indonesia Prov. Sumut Arief Budi Santoso menjelaskan, dalam 3 tahun terakhir perkembangan inflasi Sumatera Utara cenderung bergerak searah dengan inflasi nasional.
 
“Pada tahun 2014 inflasi Sumut (8,2%) dan Nasional (8,4%) sama sama jauh diatas target (4,5+1%) karena adanya kenaikan BBM beserta dengan dampak multiplernya mendorong inflasi sangat tinggi. Pada tahun 2015 inflasi Sumut (3,2%) dan Nasional (3,4%) sama- sama mereda," kata Arif dalam keterangan tertulis, Kamis 15 Juni 2017.

Pada tahun 2016, Arif menyebutkan inflasi di Sumut mencapai 6,3%. Saat itu, kata Arif, inflasi Nasional masuk dalam range target dengan 3,6%. 

“Salah satu penyebab tinginya inflasi Sumut di tahun 2016 adalah serangan virus kuning yang menyerang sentra produksi cabai merah, akibatnya inflasi cabai merah berkontribusi 40% terhadap total inflasi mendorong inflasi Sumut hingga diatas inflasi nasional,” kata Arief. 


(ROS)