'Perjuangan' 9 Tahun Sevel di Dunia Ritel

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Jul 2017 13:18 WIB
7-eleven
'Perjuangan' 9 Tahun Sevel di Dunia Ritel
Seorang pengunjung saat berswafoto di depan gerai Sevel yang sudah tutup. (FOTO: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Seluruh gerai 7-Eleve‎n (Sevel) di Indonesia sudah tidak beroperasi lagi per akhir Juni 2017 kemarin. 'Perjuangan' convenience store tersebut hanya bertahan selama sembilan tahun sejak 2008 hingga 30 Juni 2017.

‎Sebelum bisnis Sevel tamat, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sempat akan memberi harapan hidup kembali dengan cara mengakuisisinya. Namun rencana tinggal rencana, kata sepakat tak pernah terucap. Akuisisi pun gagal.

Modern Sevel Indonesia, anak usaha PT Modern Internasional Tbk (MDRN) memang menjadi pemilik seluruh gerai Sevel. Kesepakatan yang alot sejak Mei 2017 pun tak membuahkan hasil.

Seiring berjalannya waktu, tidak adanya perjalanan bisnis Sevel membuat MDRN juga kehilangan pendapatan sebanyak 70 persen dari keseluruhan total yang diperoleh setiap tahunnya.




Jika menarik ulang ke belakang, mengutip laporan keuangan Modern Internasional (unaudit) Kamis 3 Juli 2017‎, Modern Sevel Indonesia seharusnya meraih hak dan lisensi pengoperasian Sevel di Indonesia untuk masa 20 tahun ke depan, dan masa perpanjangan hingga 10 tahun. Hal itu bisa diartikan, jika Sevel berdiri pada 2008 maka Sevel bisa hidup hingga 2038.

Penelusuran tim Metrotvnews.com, eksistensi Sevel di Indonesia bermula dari entitas anak usaha Modern Sevel Indonesia yang bernama ‎PT Modern Putra Indonesia menandatangani Master Franchise Agreement dengan 7-Eleven, Inc tepat pada 3 Oktober 2008.

Kemudian pada 15 April 2019, Modern Internasional telah memberitahukan ke ‎Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), jika salah satu anak usahanya telah mendatangani perjanjian Master Franchise Agreement dengan 7-Eleven, Inc.

Pada perjanjian itu, Modern Sevel Indonesia tidak tanggung-tanggung merogoh kocek sebesar USD1,5 juta atau setara Rp19,5 miliar (Rp13.000 per USD) ‎untuk mendapatkan hak waralaba awal di Indonesia. Setelah mengalokasikan dana tersebut, Modern Sevel berhak mengunakan sistem, pemasaran dan penjualan produk, logo, serta merek Sevel.

Gerai sevel pertama kali berdiri pada 2009 di Bulungan, Jakarta Selatan‎. Setelah itu, perseroan banyak membangun gerai-gerai demi meningkatkan ekspansi bisnisnya. Bisnis yang dilakukan tampaknya direspons cepat oleh masyarakat pada saat itu, karena menawarkan tempat berkumpul anak muda dan akses Wi-Fi gratis.

Namun, kondisi lesu perjalanan bisnis sevel di Indonesia mulai terjadi sejak 2015. Karena pada saat itu, ada aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait pelarangan penjualan minuman yang mengandung alkohol di Sevel. Memang pada saat itu bisnisnya tidak tumbang secara cepat, namun lambat laun bisnis itu tergerogoti, dan akhirnya tutup pada 30 Juni 2017.

 


(AHL)