Manulife Aktif Cari Tahu Nasabah Korban Lion Air

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 05 Nov 2018 17:57 WIB
manulife aset manajemen indonesiaLion Air Jatuh
Manulife Aktif Cari Tahu Nasabah Korban Lion Air
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) memastikan manajemen akan selalu proaktif dalam mencari tahu nasabah yang ikut menjadi korban dalam jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Manulife Indonesia akan aktif mencari tahu adanya nasabah yang mungkin ada dalam daftar penumpang pesawat nahas tersebut," kata Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster dalam keterangan resminya, Senin, 5 November 2018.

Manulife Indonesia, kata dia, juga membuka contact center kepada pemegang polis atau ahli waris penumpang pesawat yang membutuhkan informasi lebih detil tentang produk dan layanan, termasuk klaim. Hingga kini, Manulife Indonesia telah melindungi lebih dari 2,4 juta nasabah, dengan lebih dari 9.000 karyawan dan tenaga ahli pemasar yang tersebar 23 kantor pemasaran di seluruh dunia.

Di sisi lain, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim dengan nilai total Rp875 juta kepada tiga ahli waris nasabah yang menjadi korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah.

"Salah satu bukti komitmen Manulife adalah merespons bencana alam di sejumlah area paling terdampak di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah dan memberikan layanan untuk memudahkan proses klaim," jelas dia.

Manulife, sambung dia, secara proaktif menghubungi para ahli waris dari korban gempa dan tsunami yang terjadi pada akhir September 2018 tersebut.

"Klaim ini simpati yang mendalam terhadap kejadian gempa dan kecelakaan pesawat baru-baru ini. Kami terus memenuhi kebutuhan nasabah kami, terutama pada saat dibutuhkan dengan memberikan respons cepat dan tepat, membantu mereka dalam memeroleh pertanggungan dan kebutuhan keuangan mereka, sehingga mereka bisa hidup dengan lebih baik dan menjalani keseharian dengan lebih percaya diri,” kata Jonathan.

Pada 2017, Manulife Indonesia mencatatkan pertumbuhan premi bisnis baru hingga 19 persen menjadi Rp4,4 triliun. Pada periode itu, total pendapatan premi juga bertumbuh signifikan. Total premi dan deposit meningkat 34 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp25 triliun. Periode yang sama, Manulife Indonesia membukukan laba komprehensif sebesar Rp2,6 triliun atau meningkat 290 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 


(AHL)