Akses Terbatas

Experian: Pengguna Kartu Kredit di Indonesia Baru 5%

Desi Angriani    •    Jumat, 18 Jan 2019 10:03 WIB
kartu kredit
Experian: Pengguna Kartu Kredit di Indonesia Baru 5%
Managing Director South East Asia and Emerginy Markets Experian Deva Dhiman (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Perusahaan layanan informasi di dunia, Experian, mencatat jumlah pengguna kartu kredit di Indonesia baru mencapai lima persen. Angka tersebut kalah jauh dari negara emerging market lainnya yang mencapai 15 persen, seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Managing Director South East Asia and Emerginy Markets Experian Deva Dhiman mengungkapkan kecilnya angka pengguna kartu kredit di Indonesia disebabkan oleh terbatasnya akses ke perbankan. Pasalnya persyaratan pengajuan kartu kredit cukup ketat sehingga masyarakat sulit mendapatkannya.

"Kami melihat akses masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kartu kredit sangat sulit. Begitu banyak pertanyaan yang harus dijawab khususnya tentang apa yang akan dilakukan dengan kartu kredit itu," kata Dev, saat ditemui di Pullman Hotel, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2018.

Sebaliknya, Indonesia merupakan negara yang sangat progresif untuk meningkatkan akses keuangannya, di mana Indonesia memiliki bonus demografi yang mencapai 252 juta jiwa dengan 90 persennya merupakan pengguna telepon pintar.

Karena itu, perusahaan yang mengklaim telah beroperasi selama 100 tahun di bidang layanan keuangan ini menawarkan kemudahan akses ke perbankan untuk mendapatkan kartu kredit, serta layanan asuransi, telekomunikasi, e-commerce dan multifinance.

"Experian mulai merambah Indonesia pada 2015 untuk memperluas akses jangkauan kebkartu kredit, asuransi dan lainnya hanya dengan telepon pintar," imbuh dia.

Sejak beroperasi di Indonesia pada 2015 lalu,  Experian telah menggandeng Bank Mandiri, Indosat, Telkomsel, hingga Tokopedia. Kemitraan tersebut memudahkan Experian dalam menghimpun data dari pemohon kredit untuk diteruskan ke perbankan. Bahkan, pihaknya menjamin keamanan setiap data pemohon.

"Perusahaan dapat menghimpun data dari penggunaan media sosial tanpa perlu meminta pemohon untuk menjawab sejumlah pertanyaan pada pengajuan kredit konvesional," tukasnya.

Adapun peluang inklusi keuangan di Asia Pasific mencapai 249 juta. Dari total tersebut, sebanyak 52 persen orang tidak memiliki akun bank, rata-rata 71 persen orang menggunakan telepon seluler, dan 47 persen memiliki akun bank.


(ABD)