Kemenkop UKM Berharap Kaum Milenial Minati Koperasi

Anggi Tondi Martaon    •    Jumat, 19 Oct 2018 13:33 WIB
Berita Kemenkop UKM
Kemenkop UKM Berharap Kaum Milenial Minati Koperasi
(Foto:Dok.Kemenkop UKM)

Jakarta: Sektor teknologi merambah seluruh aspek, termasuk koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) Namun, kaum milenial dinilai belum menaruh minat terhadap koperasi dan UMKM.

Hal itu disampaikan oleh Plt Deputi Bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto dalam acara Forum Tematik Bakohumas Koperasi Milenial Mendorong Perekonomian Masyarakat Melalui ICT, di Bandung, Jawa Barat, Kamis 18 Oktober 2018.

Rulli mengatakan, mayoritas penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia produktif pada tahun 2020. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan dan mengajak kaum milenial berkecimpung di sektor koperasi.

"Koperasi Milenial seharusnya diisi oleh anak-anak muda yang produktif dan kreatif," kata Ruli dikutip keterangan tertulis, Jumat, 19 Oktober 2018.

Rulli mengakui, permasalahan tersebut merupakan salah satu hal yang sulit diselesaikan. Mengingat, minimnya pemahaman mengenai Koperasi di kalangan milenial.

Selain itu, kaum milenial masih menganggap bahwa perusahaan lebih baik daripada koperasi. Padahal, menurut Rulli keduanya memiliki kualitas yang sama, bisa melakukan berbagai aktifitas perekonomian.

"Koperasi juga memiliki nilai tambah, yaitu koperasi bisa memiliki PT, namun PT tidak bisa memiliki koperasi. Di dalam perusahaan, koperasi karyawan tidak dapat dinyatakan milik perusahaan, melainkan milik karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut," jelas Rulli.

Berbagai upaya untuk menarik minat koperasi telah dilakukan. Salah satunya dengan koperasi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi.

Namun, langkah tersebut dianggap lebih kepada pembelajaran semata. Kemekop UKM ingin koperasi memiliki peran sentral dalam perekonomian di Indonesia.

"Yang kita inginkan, koperasi berkembang seperti perusahaan dengan badan usaha lain. Bisa kok koperasi. Seperti kita lihat ada Kospin Jasa yang sudah melantai di bursa efek Indonesia, koperasi karyawan Telkomsel, dan lain sebagainya," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Staff Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Hukum, Henri Subiakto mengusulkan cara menarik minat kaum milenial berkoperasi. Diantaranya dengan memanfaatkan ekonomi melalui Internet of Change (IOC).

Henri meyakini, pemanfaatan teknologi akan berhasil. Mengingat milenial yang lebih cenderung kepada bisnis berbasis teknologi.

"Kita yang bergelut di bidang UMKM, mau tidak mau harus dapat mengetahui perkembangan teknologi, dan harus tau bagaimana memanfaatkan teknologi," tegas Henri.

Selain itu, Henri juga mengimbau, agar para pelaku Koperasi dan UKM dapat mengembangkan sektor usahanya. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi ataupun business sharing.

"Dengan kolaborasi atau kerjasama dengan startup unicorn, UMKM yang jumlahnya jutaan itu tidak harus menyewa tempat, namun hanya dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia. UMKM tidak harus membuat aplikasi atau ahli teknologi, cukup dengan bekerjasama," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Kemenkop dan UKMHardiyanto menambahkan, kemajuan koperasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Koperasi dan UKM. DIbutuhkan sinergi dari seluruh pihak.

"Koperasi juga bukan sekadar isu sektoral, melainkan isu nasional. Untuk itu, pertumbuhan dan perkembangan koperasi harus menjadi tanggung jawab semua pihak," ujarnya.


(ROS)

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA