OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman

Husen Miftahudin    •    Senin, 03 Dec 2018 20:29 WIB
ojkperbankan
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
Ilustrasi OJK - - Foto: MI/ RAMDANI

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan likuiditas perbankan masih dalam batas aman. Meski loan to deposit ratio (LTR) sudah menyentuh 94,09 persen pada September 2018.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengakui perbankan punya kelebihan likuiditas lebih dari Rp500 triliun. Ekses likuiditas sistem perbankan itu tersimpan di Bank Indonesia (BI).

"Bank-bank itu punya ekses likuiditas yang disimpan di BI, jumlahnya cukup besar, lebih dari Rp500 triliun sekarang ini. Jadi bank-bank tidak akan ada kendala likuiditas untuk memberikan pertumbuhan kredit," ujar Wimboh dalam acara CEO Networking 2018 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Senayan, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Terlebih, lanjutnya, bank sentral sudah mengeluarkan berbagai relaksasi agar likuiditas kembali masuk ke perbankan. "Tadi Pak Gubernur BI menyebut kalau memang diperlukan pengenduran, maka akan dikendurkan," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat Wimboh kian optimistis terhadap pertumbuhan kredit di tahun ini. Hingga akhir 2018, dia yakin pertumbuhan kredit tembus 14 persen. "Kita sekarang 13,35 persen (pertumbuhan kredit pada Oktober 2018). Akhir tahun bisa di atas 14 persen," tegas dia.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui pihaknya telah melakukan berbagai relaksasi kebijakan agar penyaluran kredit perbankan tumbuh melesat. Salah satu di antaranya adalah pelonggaran giro wajib minimum (GWM), dari 2 persen menjadi 3 persen.

Dia mengklaim pelonggaraan likuiditas perbankan sudah mulai terlihat. Sebab bank telah memiliki sumber dana dari tempat lain seperti obligasi, medium term notes (MTN), serta negotiable certificate of depocit (NCB).

Di sisi lain, bank sentral juga telah mengeluarkan berbagai instrumen pasar valuta asing seperti swap hingga domestic non deliverable forward (DNDF). Langkah tersebut dilakukan agar pasar keuangan domestik menjadi lebih likuid.

"Kami sekarang fokus pasar keuangan domestik sehingga pasar keuangan itu akan lebih likuid, sehingga investasi jangka panjang dalam bentuk obligasi bisa ditukarkan dalam jangka pendek," tutup Perry.





(Des)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA